Wishlist di Bulan Puasa

Foto oleh asma Alrashed via Unsplash

BAIK DI MASA LAJANG DULU maupun setelah berumah tangga kini, ada wishlist saya di bulan puasa yang bisa dibilang (hampir) belum pernah kesampaian, yaitu kirim-kirim hadiah Ramadan dan/atau Lebaran ke keluarga sendiri maupun ke teman-teman dekat.

Zaman dulu, istilah parcel lebih familiar ketimbang istilah hampers. Tapi memang kalau mencermati isi dan kemasan parcel hari raya di masa dahulu, mungkin generasi masa kini akan menilainya tidak menarik atau bisa jadi biasa saja.

Apa pun nama bingkisan atau hadiah hari raya tersebut, yang jelas saya belum pernah mendapatkan pengalaman menerima apalagi memberi atau mengirimnya. Permasalahan utama ya biasanya mentok di biaya.

Pernah juga terpikir untuk membuat kue sendiri untuk kemudian dihadiahkan saat bersilaturahmi ke rumah keluarga, eh, ujung-ujungnya tetap wacana belaka.

Sebenarnya saya memiliki pengalaman terdekat dalam hal memberikan bingkisan Lebaran, yaitu untuk tetangga depan rumah di komplek tempat kami tinggal.

Waktu itu bisa dibilang aji mumpung sekalian euforia pengalaman pertama usaha kue saya (coba-coba) membuat produk hampers Lebaran. Namun, lagi-lagi karena keterbatasan dana, saya memutuskan untuk memberikan hanya satu bingkisan ekstra secara pribadi untuk tetangga kami, berhubung saya sudah tidak memiliki keluarga lagi yang tinggal satu provinsi dengan saya.

Seperti apa rasanya pengalaman sederhana tersebut? Cukup memuaskan secara psikologi. Secara materi, saya merasa belum puas dengan bentuk dari hampers Lebaran yang saya berikan, meskipun tetangga saya mengomentari positif terutama tentang satu dari dua kue yang saya buat dan kirim untuknya.

Untuk seterusnya, sepertinya wishlist ini akan terus saya kantongi sampai saya bisa dan mampu mengirimkan, sedikitnya satu kali dalam hidup, bingkisan Ramadan dan/atau Lebaran, khususnya untuk keluarga saya sendiri.

Apa yang teman-teman pembaca sangat ingin lakukan di bulan puasa? Apakah punya wishlist khusus seperti saya?

Tulisan ini dibuat sebagai bagian dari 30 Day Ramadan Blog Challenge 2022 Blogger Perempuan Network.

Comments

PALING BANYAK DIBACA PEKAN INI: