Tidak Suka Kurma, Saya Kehilangan 5 Manfaat Kurma Ini Saat Puasa


IYA, SAYA TAHU BAGAIMANA KURMA DISEBUT BELASAN KALI DI DALAM ALQURAN dan disunahkan memakannya, apalagi saat berbuka puasa. Tapi mau bagaimana lagi, sekian kali mencoba, mulut dan tenggorokan saya sulit sekali untuk mengunyah dan menelan buah tersebut. Begitu juga kasusnya dengan madu. Kadang saya jadi bertanya-tanya, ada apakah dengan diri saya ini sebenarnya.

Jadi, bisa dibayangkan ya, betapa sepanjang umur saya yang hampir mencapai kepala 4 ini, saya telah kehilangan setidaknya 5 manfaat kurma berikut, terutama saat puasa:

Pertama, kurma memiliki keberkahan khusus yang bisa mempengaruhi hati dan membersihkannya.

Hal tersebut terdapat di dalam kitab Sifat Shaumin Nabi fii Ramadhan karya Syaikh Ali Al Halabi dan Syaikh Salim Al Hilali. Karenanya dikatakan juga bahwa mengonsumsi kurma dalam jumlah ganjil insyaallah akan menjadi perisai bagi kita dari gangguan jin dan sihir.

Kedua, kurma memiliki kadar gula yang mencukupi manisnya dan makanan manis itu menguatkan tubuh orang yang berpuasa.

Hal ini dijelaskan oleh para ulama sebagai hikmah dari alasan mengapa Rasul berbuka dengan kurma terlebih dahulu.

Ustaz Yulian Purnama juga menjelaskan bagaimana kurma menjadi makanan berbuka puasa bukan karena manisnya, tapi karena berkahnya. Dan pengganti kurma yang paling afdal adalah air putih.

Hikmah tersebut pun sejalan dengan ketetapan dalam bidang kedokteran bahwa
… gula dan air merupakan zat yang pertama kali dibutuhkan oleh orang yang berpuasa setelah menahan dari makan dan minum. Orang yang langsung menyantap makanan dan minuman ketika berbuka puasa tetap dapat merasakan fenomena kelemahan dan gangguan-gangguan jasmani akibat kekurangan zat gula dan air.

Ketiga, tingginya kandungan serat (terutama serat tidak larut air) dalam kurma dapat bermanfaat untuk mencegah rasa lapar dan mencegah konstipasi yang umum terjadi saat puasa.

Keempat, kurma merupakan makanan terbaik untuk menetralisasi zat asam yang ada pada perut dari sisa makanan yang dikunyah dan dicerna yang timbul akibat mengonsumsi protein.

Kelima, kurma (khususnya kurma kering) merupakan sumber asam amino esensial yang berguna dalam proses metabolisme tubuh.


Bila berkaca dari pengalaman saya terhadap beberapa jenis makanan lain, ada yang dulunya tidak saya suka namun kemudian—walau 'terlambat'—akhirnya saya bisa memakannya dengan biasa-biasa saja dan bahkan ada juga yang malah jadi makanan kesukaan saya. Akankah hal tersebut berlaku terhadap 'hubungan' saya dengan kurma (dan madu)?

Saya harap bukan hanya saya sendirian yang tidak suka makan kurma. Adakah yang 'bernasib' seperti saya juga? Atau mungkin ada yang 'mantan' bukan-penyuka-kurma tapi sekarang sudah menjadi pencinta kurma? Tips apa sajakah yang pernah dilakukan untuk perlahan akhirnya mampu memakan dan bisa menyukai kurma?

Tulisan ini dibuat sebagai bagian dari 30 Day Ramadan Blog Challenge 2022 Blogger Perempuan Network.

Referensi:

Comments

  1. Waaah sayang sekali ya Mba, apakah karena rasanya kah makanya tidak cocok? Dulu saya tipe yang biasa aja dengan kurma tapi ternyata dari dulu saya makan jenis yang salah (maksudnya kurang cocok) waktu saya makan kurma jenis lain dari yang biasa dibeli di rumah baru saya jatuh cinta banget dengan kurma. Bahkan kadang nyetok kurma walau bukan bulan puasa. Mungkin bisa coba jenis yang lain Mba dan siapa tau jadi bisa suka juga dengan kurma.Kalo saya sendiri suka kurma Medjol dan kurma anggur Bam. Ini yang paling cocok sih di lidah saya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga gak ngerti kenapa setiap makan kurma, baru satu gigitan kecil rasa manisnya kayak terlalu 'menyengat' gitu. Dipaksain ngunyah rasanya kayak bikin pusing.

      Nah, selama ini saya gak paham kalau kurma ada banyak jenisnya. Mungkin juga ya Mbak, saya bisa coba jenis lain dulu, siapa tau cocok. Terima kasih rekomendasinya, Mbak 😊

      Delete

Post a Comment

PALING BANYAK DIBACA PEKAN INI: