Tempat Ngabuburit Asik, Tak Ada Tempat Senyaman Rumah


TEMPAT NGABUBURIT ASIK, tak selalu harus di luar rumah. Tak selalu harus di tempat rekreasi. Juga tak selalu harus di restoran yang instagrammable. Bukankah tak ada tempat senyaman rumah sendiri?

Dalam artikelnya yang berjudul "Asal Usul Ngabuburit, Budaya Khas Ramadan di Indonesia", CNN Indonesia menyebutkan bahwa:

KBBI V (2016) mencatat kata "burit" sebagai kata dasar yang bermakna "sore", kemudian turunannya yaitu "mengabuburit" sebagai "menunggu azan magrib menjelang berbuka puasa pada waktu bulan Ramadan".

Bagi seorang ibu rumah tangga purnawaktu seperti saya, bisa mengabuburit di luar rumah akan masuk kategori 'keajaiban dunia', saking langka dan mewahnya hal tersebut kalau sampai betul-betul kejadian. 😄

Sesekali ngabuburit di luar rumah tentu akan menyenangkan, apalagi untuk para istri dan ibu, ya. Tapi, mengingat tiada hentinya urusan rumah tangga—di bulan puasa ataupun bukan, ditambah urusan menyusui dan meladeni seorang bayi plus tiga kakaknya, tempat ngabuburit asik dan terbaik versi saya sudah pasti di rumah. Kenapa sesederhana itu?

Pertama, "ruang menyusui" paling bagus dan paling nyaman adalah rumah saya sendiri. Setiap ibu menyusui pasti memahami bahwa menyusui bukanlah 'aktivitas cantik', apalagi kalau si bayi tipe yang grasak-grusuk saat disusui. Jadi, rumah sendiri sudah pasti merupakan "nursing room" paling pas.

Kedua, waktu ngabuburit di rumah bisa dimanfaatkan untuk mengerjakan dan/atau menyelesaikan berbagai pekerjaan rumah tangga.

Ketiga, kalaupun anak-anak saya sedang tidak ingin menghabiskan waktu ngabuburit di dalam rumah, mereka tinggal main saja di sekitar komplek bersama anak-anak tetangga.

Keempat, bila sebagian pekerjaan rumah tangga sudah beres dan tersisa waktu luang, cukup ngabuburit sebentar dengan berkendara menggunakan motor bersama anak-anak ke area perbatasan kota di dekat rumah, entah sekadar berkeliling atau mengunjungi pasar juadah Ramadan [Baca juga: Puasa Saat Pandemi, Pasar Juadah Tetap Ramai]. Atau bisa juga tetap di rumah, melakukan hal-hal bermanfaat, seperti membaca buku atau melanjutkan tilawah Quran atau menghafal surat pendek atau apa saja yang dirasa bermanfaat.

Bagaimana dengan teman-teman pembaca? Tempat ngabuburit favoritnya di mana? Apakah ada yang sama seperti saya?

Tulisan ini dibuat sebagai bagian dari 30 Day Ramadan Blog Challenge 2022 Blogger Perempuan Network.

Comments

PALING BANYAK DIBACA PEKAN INI: