Puasa Saat Pandemi, Pasar Juadah Tetap Ramai

Gerobak cendol

Foto oleh Bady Abbas via Unsplash

SEWAKTU AWAL PANDEMI DIMULAI, waktu terasa berjalan lambat. Tapi, ketika menengok kembali dari perspektif hari ini, waktu justru terasa berjalan cepat. 'Tahu-tahu' sudah dua tahun berlalu. Dan 'tahu-tahu' sudah sampai di bulan puasa yang ketiga kalinya.

Tiga kali rotasi bulan puasa saat pandemi, nyatanya budaya dan kebiasaan kita mencari juadah alias makanan berbuka puasa tetap berlanjut. Apalagi kalau makanannya yang sangat khas Ramadan-banget, tetap banyak diburu, pandemi atau tidak pandemi. Pasar juadah pun tetap ramai dikunjungi. Setidaknya di daerah saya tinggal di pinggir kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Memang pandemi membuat beberapa perubahan terjadi di sana-sini, mulai dari jumlah kedai juadah, jumlah pengunjung pasar juadah, hingga omzet yang didapatkan pedagang di sana. Terlepas dari hal tersebut, kita semua tahu bagaimana selalu rindunya kita dengan pasar juadah setiap kali Ramadan tiba.

Eksplorasi Rasa di Pasar Juadah Ramadan

Menikmati pengalaman mendatangi kedai atau pasar juadah di bulan Ramadan, bahkan meski di masa pandemi, akan selalu menjadi pengalaman "eksplorasi rasa" yang tiada duanya. Iya, eksplorasi rasa—setidaknya melalui indra penglihatan dan penciuman, bahkan meski dalam keadaan sedang berpuasa.

Pengalaman bisa melihat satu-dua atau lebih sajian khas berbuka puasa yang biasanya benar-benar hanya muncul di bulan Ramadan, adalah pengalaman tak tergantikan. Bahkan walau hanya sekadar melihat, tanpa membeli.

Pengalaman mengunjungi kedai atau pasar juadah Ramadan, melihat jajaran kue-kue manis, kue-kue gurih, minuman-minuman manis, hidangan tradisional, hidangan modern, hingga lauk-pauk cepat saji, bukankah sesuatu yang memberikan 'aura' berbeda di bulan puasa? Bahkan ketika diri ini harus sekuat tenaga menahan kemungkinan kalap mata.

Pasar Juadah Ramai, Pandemi Jangan Sampai Berlanjut

Pada akhirnya, semoga kita tidak sampai lupa bahwa pandemi belum sepenuhnya reda, apalagi berakhir. Bahkan meski cakupan vaksinasi sudah semakin meningkat, kesadaran menjaga diri demi ikut menjaga orang lain tetap harus berlanjut. Supaya apa? Ya supaya pandemi segera usai. Dan supaya pasar juadah berikutnya, insyaallah, kita kunjungi dalam keadaan yang relatif normal.

Selamat menikmati juadah Ramadan. Yuk, sama-sama tetap menjaga protokol kesehatan dan juga sama-sama menjaga diri dari kalap belanja maupun kalap makan.

[Baca juga: Puasa Hari Pertama, Sebaiknya Makan Apa?]

Di tempat teman-teman pembaca, apakah selama pandemi ini tetap ada pasar juadah? Dan apakah tetap ramai?

Tulisan ini dibuat sebagai bagian dari 30 Day Ramadan Blog Challenge 2022 Blogger Perempuan Network.

Comments

PALING BANYAK DIBACA PEKAN INI: