Puasa Hari Pertama, Sebaiknya Makan Apa?

Buah jeruk Pontianak

SAMA SEPERTI EPISODE PERTAMA DRAKOR yang biasanya menjadi pondasi ketertarikan dan bahkan asumsi kita terhadap episode-episode selanjutnya, maka puasa hari pertama pun kemungkinan besar akan menjadi pondasi dari semangat dan konsistensi kita dalam menjalani 29 hari berikutnya. Termasuk dalam hal makanan, atau secara spesifik makanan berbuka puasa dan makanan sahur.

Baru kemarin malam saya menonton siaran langsung Instagram Femina Magazine yang mengundang pakar nutrisi, Wied Harry, untuk membicarakan serba-serbi makanan selama berpuasa. Secara rinci, Pak Wied membahas fenomena dan mitos terkait jargon sebuah iklan yang sedari dahulu hingga kini terpatri dalam diri kita, yaitu bahwa berbuka puasa itu harus dengan yang manis. Benarkah harus seperti itu?

Berbuka Puasa dengan yang Manis, Kata Siapa?

Mari mundur sejenak ke pondasi anjuran syariat. Sebenarnya sudah sering ada kajian keislaman yang membahas seputar hal ini. Kesimpulannya selalu berujung pada: bahwa tidak ada dalil yang secara tegas menyebutkan soal berbuka puasa dianjurkan dengan menikmati hidangan yang manis.

Secara detail, Ustaz Yulian Purnama dalam sebuah artikel di muslimah.or.id menjabarkannya.

Jadi, memang anjuran tentang makanan berbuka puasa intinya adalah berupa kurma basah. Bila tidak ada, kurma kering. Bila tidak ada, air putih.

Batalkan Puasa Dulu, Salat, Baru Makan Malam

Walau bukan seorang muslim, Pak Wied Harry yang seorang nutripreneur memiliki anjuran yang sejalan dengan kebanyakan pemuka agama mengenai masalah berbuka puasa.

Pertama, begitu masuk waktu berbuka, batalkan dulu sesuai sunnah yang disebutkan dalam tautan (link) di atas.

Kurma, bila mau, bisa diganti dengan buah lokal lain. Ingat untuk selalu mengunyah dengan saksama sampai makanan di dalam mulut lumat dan menyatu dengan baik bersama air ludah demi optimalnya nutrisi yang masuk ke dalam tubuh.

Kedua, setelah 'sekadar' membatalkan puasa, yuk, dirikan salat magrib dulu.

Waktu magrib kan, tahu sendiri, tidak panjang. Jangan terlena dengan euforia buka puasa hari pertama yang umumnya dipenuhi dengan makanan melimpah, sampai salat magrib pun terabaikan.

Ketiga, barulah makan malam berupa makanan berat.

Tapi ingat, tubuh baru saja selesai berpuasa di hari pertama. Dia baru saja melakukan proses autofagi alias proses detoksifikasi atau pembersihan diri. Jadi, pastikan hidangan makan malam yang kita asup juga cukup 'bersih', terutama perbanyaklah porsi sayuran. Kalau belum siap atau mampu mengonsumsi sayuran segar mentah, bisa dengan sayuran masak saja, asalkan jumlahnya diperbanyak. Karena sayuran, selain buah, berkontribusi terhadap asupan enzim penting bagi tubuh kita. Sekali lagi, pastikan untuk mengunyah secara saksama. Saat nutrisi sudah tercukupi, tubuh kita nantinya secara otomatis akan memberikan sinyal kapan sebaiknya kita berhenti makan.

Semoga di bulan puasa ini, kita—khususnya pengingat bagi saya pribadi—bisa lebih berkesadaran dalam mengonsumsi makanan dan memperbanyak makanan yang bernutrisi. Selamat berpuasa! Jadi, rencananya mau makan apa di puasa hari pertama?

Tulisan ini dibuat sebagai bagian dari 30 Day Ramadan Blog Challenge 2022 Blogger Perempuan Network.

Semua foto oleh Diar A.

Comments

  1. Setuju di bagian batalkan puasa dulu, shalat, lalu makan. Terkadang aku tuh masih suka makan dulu baru shalat, hasilnya begah dan gak khusuk. Hmm semoga tahun ini menjadi lebih baik lagi. Oh ya, selamat menjalankan ibadah puasa ya Kak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Idem, Mbak. Apalagi kalau pas lagi banyak makanan enak buat buka puasa, suka ada rasa "sayang" dan "nanggung" yang jadi excuse buat salat terlambat *malu*. Selamat menjalankan ibadah puasa juga, Mbak :)

      Delete
  2. Dulu aku termasuk tim minum dulu terus salat baru makan. Sekarang ya gak bisa karena sungkan sama pakmer yg makan di ruang makan 😁
    Jadinya pas beliau ke masjid, ya kami makan 🤣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi, kalau sama keluarga in-laws memang seringnya begitu, Mbak :))

      Delete
  3. Yg manis buatku cukup teh hangat dan gorengan biasanya..hahaha, orang Indo terutama aku, apalah artinya tanpa gorengan 🤣🙊. Pengen sih jadi ganti habbit biar lebih sehat seperti saran mba di atas . Smg bisa 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga masih on-off jalanin habit seperti saran Pak Wied Harry, Mbak. Secara, saya pencinta kue-kuean. 🤭 Mari sama-sama semangat. 😊

      Delete

Post a Comment

PALING BANYAK DIBACA PEKAN INI: