Puasa di Rumah Saja? Ayo Membaca Buku Saja!


PUASA DI RUMAH SAJA MUNGKIN SUDAH JADI HAL BIASA semenjak dunia ini didera pandemi di awal 2020. Ramadan kali ini sudah menjadi bulan puasa ketiga di masa pandemi, sehingga—terlepas dari cakupan tinggi vaksinasi dan kelonggaran beberapa aturan terkait aktivitas di luar rumah—menghabiskan sebagian besar waktu puasa di rumah saja tetap menjadi pilihan mayoritas kita.


Walau lebih banyak di rumah saja, tentunya tidak akan berpengaruh besar terhadap kekhusyukan ibadah puasa kita. Mulai dari salat wajib dan sunah (kecuali bagi kaum Adam), membaca Quran, menghafal surat-surat pendek (atau panjang), sampai berzikir, bukankah semua terasa lebih nyaman dilakukan di rumah? Termasuk untuk membaca buku, baik buku Islami maupun buku umum.

Setelah melakukan ibadah-ibadah yang wajib dan sunah selama puasa di rumah saja, selanjutnya ayo membaca buku saja.

Pertama, membaca buku Islami via aplikasi di ponsel pintar.

Sudah berulang kali membaca buku Islami dari koleksi pribadi di rumah? Mau mencari judul lain lagi namun tidak mau membeli buku baru? Tapi juga tidak mau atau tidak sempat mengunjungi perpustakaan terdekat? Ya sudah, 'pinjam buku' via aplikasi di ponsel pintar saja.

Salah satu aplikasi perpustakaan digital yang banyak dipakai orang untuk mencari dan meminjam buku, termasuk buku Islami, adalah aplikasi iPusnas. Bagi pengguna Android, bisa unduh aplikasi iPusnas melalui tautan ini, ya.

Bila ingin mencari dan meminjam referensi buku Islami dalam bahasa Inggris, salah satu aplikasi perpustakaan digital yang menjadi rekomendasi adalah Internet Archive (di ponsel saya masih terinstal aplikasi tersebut, tapi bila dicari di Google Play Store sudah tidak ada lagi, entah kenapa — alternatifnya bisa dengan mengunjungi website-nya, archive.org dengan terlebih dahulu mendaftar menjadi anggota seperti perpustakaan sungguhan).

Kedua, membaca buku umum atau non-Islami melalui dua sumber di atas.

Mau membaca buku fiksi atau non-fiksi, banyak pilihannya, baik di iPusnas maupun Internet Archive. Bingung mau baca apa? Bisa cari rekomendasi dulu di website atau aplikasi Goodreads atau aplikasi Story Graph yang serupa. Bisa juga dengan mencari rekomendasi lain di berbagai akun bookstagram, misalnya Buibu Baca Buku Book Club.

Atau supaya agak lebih menantang, bisa dengan mengikuti tantangan membaca atau reading challenge. Goodreads, Story Graph, dan BBB Book Club memiliki reading challenge yang serupa. Atau bisa juga kita lakukan pencarian untuk reading challenge lain yang sesuai dengan minat kita, misalnya tantangan membaca buku karya Agatha Christie. Pilihan lain? Buat saja tantangan baca dari diri sendiri untuk diri sendiri, contohnya membaca buku dengan tema tertentu atau karya penulis tertentu selama bulan puasa ini.


Ketiga, bila mau, bisa sambil membuat jurnal membaca atau reading journal.

Seperti aplikasi Goodreads atau Story Graph atau aplikasi serupa lainnya yang selalu mencatatkan statistik perkembangan aktivitas membaca kita, kita pun bisa mencatat statistik tersebut secara manual sesuai dengan preferensi personal kita.

Misalnya, dengan merekam jejak berapa banyak buku dari penulis perempuan yang kita baca dan berapa banyak yang dari penulis laki-laki.

Bila membuat jurnal membaca terasa biasa saja, bisa juga mencoba jurnal Quran. Saya pernah melihat sejumlah orang yang mencatat perkembangan bacaan Quran mereka di buku tulis khusus. Atau ada juga yang mencatat pemahaman mereka akan suatu surat dalam Quran. Pilih saja mana yang paling nyaman bagi kita.

Bagaimana dengan teman-teman pembaca? Puasa di rumah saja, ngapain saja? Apakah membaca buku juga? Membuat jurnal membaca juga?

Tulisan ini dibuat sebagai bagian dari 30 Day Ramadan Blog Challenge 2022 Blogger Perempuan Network.

Comments

PALING BANYAK DIBACA PEKAN INI: