Kenapa Blogger Harus Ikut Blog Challenge?

Foto oleh Assem Gniyat via Unsplash

KENAPA HARUS IKUT BLOG CHALLENGE? Itu yang saya tanyakan ke diri sendiri di bulan puasa tahun lalu, di 2021. Lagi hamil trimester kedua, lagi berkesempatan bisa jualan kue setiap hari selama Ramadan untuk dititipkan di sebuah toko kue terkenal di kota, lagi menulis untuk tantangan menulis CampNaNoWriMo April 2021, dan lagi ikut babak penyisihan wild card sebuah kompetisi inkubasi bisnis. Terus masih mau tambah "nyari masalah" dengan mau ikut blog challenge menulis setiap hari selama 30 hari untuk 30-Day Ramadan Blog Challenge 2021 Blogger Perempuan Network (BPN)?

Saya sudah hampir lupa apa yang ada di pikiran saya waktu akhirnya nekat ikut blog challenge BPN tersebut, meski rasanya badan lagi "jungkir balik" dengan segala kesibukan di atas yang saya harap sebagai tanda bahwa saya produktif, bukan 'sekadar sibuk', meski disambi dengan kesibukan lain khas ibu rumah tangga. Jawaban atas pertanyaan kenapa saya merasa harus ikut blog challenge, khususnya blog challenge dari BPN, justru baru mulai saya sadari setelah saya selesai menjalani challenge tersebut. Terlambat? Saya rasa mungkin itu malah waktu yang terbaik.

Menjadi Versi Diri Sendiri yang Lebih Baik Sebagai Narablog/Blogger Atau Penulis

Hingga akhirnya berhasil menulis selama 30 hari (walau sempat keteteran) untuk blog challenge BPN, kemudian menerima hadiah merchandise tote bag (yang kini sudah menjadi milik anak sulung saya), saya merasa sudah berhasil menjadi versi terbaik (atau setidaknya jauh lebih baik) sebagai diri saya sendiri dalam dunia menulis atau ngeblog, di mana saya:

Pertama. Berani menantang dan mendorong kemampuan diri sendiri dengan tantangan positif seperti ini.

Kedua. Produktif menulis setiap hari. Karena bukankah yang terpenting bukanlah "be a writer", melainkan "be writing"?

Ketiga. Walaupun kadang rasanya seperti 'dikejar-kejar' dalam menulis, tapi tetap tidak membuat saya menulis dengan asal-asalan, walau tidak pula "sempurna". Dan saya merasa bangga dengan kesabaran saya itu.

Keempat. Yang paling penting, saya tidak menyerah. Saat ada hari-hari yang terasa berat dan rasanya ingin menyerah saja, saya ingat saya selalu berkata pada diri saya sendiri bahwa saya ingin sekali melihat "garis finish"; saya ingin tahu apa yang akan terjadi kalau saya memilih untuk tidak menyerah duluan.

Dan tahun ini saya kembali merasakan dan menanyakan hal yang sama tentang keikutsertaan saya dalam blog challenge yang sama. 😄

Buat teman-teman narablog yang lain, apakah kita memiliki hal yang serupa tentang kenapa kita mengikuti sebuah blog challenge?

[BACA JUGA karya saya untuk blog challenge lain yang pernah saya ikuti: Mengobrolkan Istri Resik dan Keluarga Harmonis Bersama HIJUP dan Resik-V]

Tulisan ini dibuat sebagai bagian dari 30 Day Ramadan Blog Challenge 2022 Blogger Perempuan Network.

Comments

PALING BANYAK DIBACA PEKAN INI: