Banyak Waktu Luang? Ini 5 Ide Kegiatan Bermanfaat Saat Bulan Puasa


BERDASARKAN PENGALAMAN PRIBADI SAYA, dari zaman masih bekerja sampai sekarang jadi ibu rumah tangga, kalau sudah di bulan puasa cenderung jadi punya agak lebih banyak waktu luang. Betul tidak, sih?

Kalau sudah begitu, walaupun secara teori sudah paham bahwa sebaiknya menggunakan kesempatan rezeki waktu luang tersebut dengan menambah sebanyak mungkin ibadah, tapi seringnya suka mentok di tidur atau malah bengong. Ada yang sama?

Kini bertemu bulan puasa lagi, alhamdulillah dapat rezeki banyak waktu luang lagi, mungkin ini kesempatan kedua (atau kesempatan kesekian ratus?) untuk kita (juga untuk saya pribadi) memanfaatkan waktu luang dengan lebih baik. Berikut 5 ide kegiatan bermanfaat saat bulan puasa berdasarkan pengalaman pribadi saya:

1. Menghafal surat pendek

Masih banyak surat pendek dalam Alquran yang belum saya hafal *tertunduk malu*. Karenanya, waktu luang di bulan puasa bisa saya manfaatkan untuk mencoba menghafal (atau setidaknya mencicil menghafal) surat pendek.

Satu saja dulu, yang penting panjang-pendek bacaannya tepat dan cara bacanya secara umum juga tepat. Kalau satu sudah "sempurna", bisa lanjut ke surat pendek berikutnya, meskipun mungkin saja perlu waktu hingga berhari-hari.

2. Membaca buku

Di bulan puasa ini, saya baru menyelesaikan satu buku non-fiksi berupa buku puisi dengan tema makanan dan satu buku fiksi Agatha Christie. Kini saya tengah membaca buku ketiga untuk bulan ini, yaitu buku non-fiksi bertema makanan juga, cuma agak lebih 'berat'.

3. Mencicil khatam Alquran

Setiap bulan puasa, saya selalu menargetkan untuk bisa menamatkan Alquran, sedikitnya satu kali. Kadang mengulang dari surat pertama lagi, dan kadang melanjutkan saja bacaan dari bulan sebelumnya.

Waktu luang yang muncul bisa dimanfaatkan untuk mencicil membaca Alquran demi target khatam tersebut, minimal 1-2 halaman per waktu luang.

4. Mengikuti kelas daring (online)

Semenjak pandemi mendera alhamdulillah salah satu hikmahnya jadi banyak aktivitas yang diselenggarakan secara daring, termasuk seminar, kelas, kursus, hingga workshop, yang sebagian besarnya gratis. Meski bulan puasa, tidak mengurangi jumlah kegiatan-kegiatan daring tersebut.

Saya sendiri, untuk bulan puasa ini, sudah mendaftarkan diri untuk sejumlah kelas, yang rata-rata bertema pengelolaan usaha atau bisnis. Ada juga dua kelas seputar freelancing, walau waktunya di dini hari karena penyelenggaranya dari luar negeri. Tapi selagi ada kesempatan belajar gratis, harus semangat mencari ilmu terus, kan?

5. Menulis

Oke, kegiatan yang satu ini memang tidak semua orang suka. Namun, menulis kan, ada banyak ragamnya. Jadi, kegiatan menulis tidak harus selalu yang 'serius', toh? Bisa menulis jurnal, menulis rencana pribadi, sampai sekadar menulis ide random.

Saya sendiri di bulan ini, seperti bisa dilihat, sedang mengikuti tantangan menulis blog selama 30 hari dari Blogger Perempuan Network. Mumpung menulisnya di bulan April, saya sekalian ikutan tantangan menulis CampNaNo April 2022.

Sebelumnya saya sudah pernah tiga kali mengikuti NaNoWrimo (dan dua di antaranya alhamdulillah berhasil mencapai target menulis 50.000 kata), tapi saya masih belum pernah berhasil menyelesaikan tantangan CampNaNo yang sebelumnya saya ikuti di April dan Juli tahun lalu, walau target menulisnya 'hanya' 10.000 kata.


Di April tahun ini, saya coba spesifikkan target menulis saya agar sejalan dengan target menulis untuk 30-Day Ramadan Blog Challenge BPN ini, dan mudah-mudahan target menulis 7.500 kata bisa lebih realistis.

Seperti apa teman-teman pembaca memanfaatkan waktu luang di bulan puasa ini?

Tulisan ini dibuat sebagai bagian dari 30 Day Ramadan Blog Challenge 2022 Blogger Perempuan Network.

Comments

PALING BANYAK DIBACA PEKAN INI: