2 Tip Blogging yang Penting dan Mendasar

Foto oleh Nicola Styles via Unsplash

SEBELUM ISTILAH BLOG POPULER, kerjaan saya kalau ke warnet dulu di 2000-an awal ya bebikinan website ala-ala (sambil mengkhayal lagi bikin majalah online, jiaaah…), mulai dari pakai hosting gratisan Geocities dan Tripod yang kini sudah lama ditutup, lalu menulis ala-ala jurnal di LiveJournal (yang mungkin termasuk blog yang paling berkesan bagi saya pribadi), sampai bikin website versi manual dengan kode-kode HTML sederhana (yang paling membuat lelah namun sekaligus juga membuat saya merasa sangat kreatif, eeeaaa…).

Di awal 2007, barulah saya mengenal dan mencoba Blogger (Blogspot), kemudian WordPress.com dan WordPress.org, serta buatan lokal bernama DagDigDug.com (yang terakhir disebut ini juga sudah tidak ada lagi).

Setelah sekian blog, sekian tema, dan sekian lika-liku dinamika dalam mengelolanya, akhirnya sampailah di titik mencoba mempertahankan blog yang sekarang ini saya tulis sejak 2018, meski tanpa konsistensi, dan bahkan mungkin tanpa fokus yang benar-benar jelas. Niatnya mau jadi food blog, eh, tapi kok, masih rancu mau mengarah ke food blog yang bagaimana.

Mau dihentikan saja segala aktivitas blogging saya yang tidak produktif, tapi kok, rasanya sayang. Saya juga ingat bagaimana dulu setiap habis menghapus satu blog yang menurut saya "sudah nggak lah kayaknya", ujung-ujungnya saya selalu saja kembali membuat blog baru. Lama hiatus dari dunia blogging selalu membuat saya 'gatal' ingin membuat/'mencipta'/menulis sesuatu, dan maunya ya selalu berbentuk blog. Tapi setiap akhirnya sudah membuat blog baru lagi kok, malah jarang sekali ditulisi. Apa yang bisa dan sebaiknya saya lakukan?

Elemen Blogging yang Penting dan Mendasar

Mencoba terus belajar demi memperbaiki kualitas blog ini, saya menemukan dari berbagai sumber yang kemudian saya kerucutkan sesuai dengan kondisi saya, yaitu bahwa ada 2 tip blogging yang penting dan mendasar yang ingin dan pastinya harus saya coba terapkan:

Pertama, konsisten menulis untuk konsisten 'hadir' di blog.

Sudah beberapa kali pernah saya sebutkan di tulisan lain, betapa di masa saya masih ngeblog dengan menumpang sambungan internet di area-area umum dengan hotspot gratis (yang bayarnya cuma beli minuman dan makanannya), justru di masa itulah saya merasa paling produktif menulis.

Semakin ke sini, apalagi setelah punya anak, konsistensi ngeblog saya semakin bermasalah. Walau hampir setiap saat mengingatkan dan menyemangati diri sendiri untuk, "Ayo dong, konsisten dan produktif ngeblog! Ini domain-nya dibayar pakai duit, lo!" tetap saja ujung-ujungnya hanya jadi wacana.

Bagaimana caranya agar bisa konsisten ngeblog? Ya tidak ada aturan harus memposting tulisan baru setiap hari juga sih, tapi minimal ada dan rutin lah, jangan musiman. Mau tidak mau memang harus dijadwalkan, kalau perlu dengan cukup ketat, supaya celah untuk mencari excuse bisa dihindari. Dan mungkin juga masalah konsistensi menulis ini ada keterkaitannya dengan tip blogging berikutnya,

Kedua, merencanakan dan mengumpulkan konten blog.

Salah satu alasan kuat saya tidak konsisten dalam menulis blog, kalau saya amati sedari dulu, sepertinya karena saya terbiasa baru menulis kalau sudah waktunya untuk diposting atau bahkan baru ditulis kalau sudah dapat ide.

Sementara itu, menulis satu postingan blog yang berkualitas tidak selalu bisa dilakukan dalam sekali duduk. Kalau mau sungguh-sungguh, ada faktor menuliskan ide awal, riset, penyuntingan, revisi, dan sebagainya. Repot amat? Ya tergantung topik dan isi postingannya juga, sih. Tapi hal tersebut juga demi membuat tulisan yang tidak asal-asalan. Apalagi kalau blognya bukan jenis blog 'rekreasional'.

Satu tip penting agar kita tidak jadi 'mati gaya' mau menulis apa dan juga untuk mendorong konsistensi menulis, yaitu dengan membuat perencanaan konten blog dengan saksama, entah konten untuk satu atau dua bulan ke depan, atau bahkan saya pernah mendengar sebuah siniar (podcast) tentang seorang narablog (blogger) yang merencanakan dan mengumpulkan konten untuk satu tahun (!).

Setelah itu, menulis postingannya bisa dicicil sedikit-sedikit sampai akhirnya kita punya stok banyak tulisan untuk kemudian tinggal kita unggah ke blog kita secara teratur. Dengan demikian, celah untuk kebanyakan 'libur' menulis ataupun jarang muncul di blog bisa dihindari.

Bagaimana dengan teman-teman pembaca yang sekaligus juga blogger? Sudahkah menerapkan dua elemen blogging yang penting dan mendasar ini? Buat yang belum, yuk, bareng saya sama-sama mengobarkan semangat!

Tulisan ini dibuat sebagai bagian dari 30 Day Ramadan Blog Challenge 2022 Blogger Perempuan Network.

Comments

  1. Setuju banget sih kak buat 2 poin itu. Tapi untuk konsisten agak susah buat aku lakuin huhuhu semoga lambat laun bisa konsisten, biar domain berbayarnya nggak mubadzir :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mari semangat, Mbak Hani. Saya juga nggak mau bayar domain cuma buat 'main-main' 😅

      Delete

Post a Comment

PALING BANYAK DIBACA PEKAN INI: