Skip to main content

Lapis Legit, Kue Lebaran yang Wajib Ada di Kota Pontianak

SEBELUM pindah ke kota Pontianak, Lebaran saya di tempat tinggal sebelumnya -- Bekasi -- dan di kampung halaman -- Kuningan -- terasa biasa-biasa saja.

Pertama kali merayakan Lebaran di Pontianak, saya terkaget-kaget melihat betapa setiap meja tamu di setiap rumah yang kami kunjungi penuh dengan stoples berisi kue kering dan makanan ringan. Minuman kaleng aneka rasa berjejer rapi, siap untuk dipilih. Dan ada satu kue basah yang pasti selalu tersedia -- lapis legit.

Pengalaman saya akan kue lapis legit, di usia sekolah dasar kala itu, hanyalah sejauh lapis legit merk X yang terkenal, yang bisa dibeli di pasar swalayan. Begitu berkenalan dengan lapis legit khas Pontianak, walau sempat terkejut dengan teksturnya yang lembut dan lembap (bahkan ada juga yang basah), saya langsung terpesona dan terpikat. Bagaimana bisa di Bekasi dan Kuningan tidak ada yang seperti ini?

Seiring berjalannya waktu, varian kue lapis legit di Pontianak saya temukan semakin beragam -- pandan, belacan (cokelat), kacang, keju, lempok (dodol durian), prunes, hingga Nutella dan Oreo. Termasuk jarang menemukan lapis legit klasik 'berbumbu' rempah spekuk.

Lapis legit Pontianak biasanya terbagi menjadi dua kategori -- premium dan ekonomis. Versi premium bisa mencapai harga di atas tiga ratus atau bahkan empat ratus ribu rupiah, karena menggunakan puluhan kuning telur dan mentega kualitas terbaik. Yang juga menjadi ciri khas kue lapis Pontianak, yaitu tidak menggunakan tambahan tepung apa pun di dalam adonannya. Jadi bisa terbayang ya, kelembutan dan kelembapannya.

Apa kue Lebaran yang wajib ada di rumah dan/atau kota tempat tinggal Anda?

Catatan:

Postingan ini saya tulis sebagai kepesertaan saya dalam BPN 30 Days Ramadan Blog Challenge.

Comments

BACA JUGA POSTINGAN TERPOPULER PEKAN INI:

Cara Membuat Pembersih Alami dari Kulit Jeruk

MESKIPUN sudah mengenal gaya hidup "hijau" semenjak tahun 2006 atau 2007-an, bukan berarti kini saya telah berhasil menerapkan segala sesuatu yang serba 'hijau' atau alami dalam keseharian saya. Pada kenyataannya, ada yang saya terapkan sebatas frekuensi sering, ada yang saya aplikasikan sesekali saja, ada yang tidak pernah saya niatkan untuk coba sama sekali, dan banyak pula yang hanya berakhir sebagai eksperimen semata. Eksperimen yang akan saya ceritakan di postingan ini baru saya lakukan dua kali, namun sudah membuat saya merasa cukup puas -- dari segi proses maupun hasil, yaitu membuat pembersih alami dari kulit jeruk. Awalnya saya melihat cerita tentang pembersih alami tersebut banyak beredar di Istagram. Tapi setelah saya telusuri agak lebih lanjut, sebenarnya pembersih alami versi ini bukanlah hal baru. Sayanya saja yang terlambat tahu. Sampai saya akhirnya mau mencoba juga, itu lebih dikarenakan bahan dan pembuatannya yang relatif mudah dibandingkan pe

Pengalaman Mengikuti NaNoWriMo 2019

Saya sudah lupa kapan pertama kali mengetahui tentang NaNoWriMo . Pokoknya sudah lebih dari 10 tahun yang lalu. Tapi tahun 2019 menjadi pengalaman perdana saya mengikuti NaNoWriMo dengan serius mendaftarkan diri dan sebisa mungkin mengikuti panduan/aturan yang berlaku, walaupun saya tak berhasil menjadi (salah satu) pemenangnya. Apa Itu NaNoWriMo? Sekadar sedikit informasi, NaNoWriMo  adalah singkatan dari National Novel Writing Month . Sejak 1999, setiap bulan November , sejumlah (besar) penulis amatir hingga penulis profesional berbondong-bondong berpartisipasi untuk berkomitmen menulis sebuah ( draft pertama) novel -- tanpa perlu disunting atau diedit -- dengan genre pilihan masing-masing selama 30 hari penuh demi mencapai target menulis sebanyak 50.000 kata . Situs NaNoWriMo menyediakan mesin perekam jumlah kata untuk mencatat sudah seberapa jauh perkembangan jumlah kata dari  draft novel peserta. Tidak akan ada yang memeriksa a

Pengalaman Membuat Donat Panggang (yang Tidak Berbentuk Donat) (Plus Resep)

KADANG, dalam hidup, ada resep-resep yang sudah kita catat dengan lengkap, tapi belum tentu mendorong kita untuk langsung mempraktikkannya. Entah kenapa. Di sisi lain, ada pula resep-resep yang sekian lama sudah tersimpan dalam buku catatan resep kita (atau zaman sekarang di folder ponsel atau bahkan di cloud storage kita), dan akhirnya, setelah bertahun-tahun lamanya, 'tiba-tiba' saja membuat kita tergoda dan langsung beranjak membuatnya. Ini juga entah kenapa. Yang terakhir ini mengingatkan saya pada pengalaman ketika 'ujug-ujug' mata saya tertahan selama beberapa waktu di satu resep donat panggang . Bahan-bahannya terbaca, cara membuatnya terbaca, proses dan hasil akhirnya juga tervisualisasi di pikiran. Tapi, apa daya, begitu turun langsung ke dapur, hasil praktiknya kok, berbeda jauh, ya. Donat Panggang, Donat yang Tidak Digoreng Ya iyalah, sudah jelas di judul postingan ini bahwa yang saya buat adalah donat yang dipanggang . Setelah sempat terkejut dengan bentu