Lapis Legit, Kue Lebaran yang Wajib Ada di Kota Pontianak

SEBELUM pindah ke kota Pontianak, Lebaran saya di tempat tinggal sebelumnya -- Bekasi -- dan di kampung halaman -- Kuningan -- terasa biasa-biasa saja.

Pertama kali merayakan Lebaran di Pontianak, saya terkaget-kaget melihat betapa setiap meja tamu di setiap rumah yang kami kunjungi penuh dengan stoples berisi kue kering dan makanan ringan. Minuman kaleng aneka rasa berjejer rapi, siap untuk dipilih. Dan ada satu kue basah yang pasti selalu tersedia -- lapis legit.

Pengalaman saya akan kue lapis legit, di usia sekolah dasar kala itu, hanyalah sejauh lapis legit merk X yang terkenal, yang bisa dibeli di pasar swalayan. Begitu berkenalan dengan lapis legit khas Pontianak, walau sempat terkejut dengan teksturnya yang lembut dan lembap (bahkan ada juga yang basah), saya langsung terpesona dan terpikat. Bagaimana bisa di Bekasi dan Kuningan tidak ada yang seperti ini?

Seiring berjalannya waktu, varian kue lapis legit di Pontianak saya temukan semakin beragam -- pandan, belacan (cokelat), kacang, keju, lempok (dodol durian), prunes, hingga Nutella dan Oreo. Termasuk jarang menemukan lapis legit klasik 'berbumbu' rempah spekuk.

Lapis legit Pontianak biasanya terbagi menjadi dua kategori -- premium dan ekonomis. Versi premium bisa mencapai harga di atas tiga ratus atau bahkan empat ratus ribu rupiah, karena menggunakan puluhan kuning telur dan mentega kualitas terbaik. Yang juga menjadi ciri khas kue lapis Pontianak, yaitu tidak menggunakan tambahan tepung apa pun di dalam adonannya. Jadi bisa terbayang ya, kelembutan dan kelembapannya.

Apa kue Lebaran yang wajib ada di rumah dan/atau kota tempat tinggal Anda?

Catatan:

Postingan ini saya tulis sebagai kepesertaan saya dalam BPN 30 Days Ramadan Blog Challenge.

Comments

PALING BANYAK DIBACA PEKAN INI: