Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2021

Ringkasan Kajian: Berbisnis ala Rasulullah

Sumber foto:   Julian Steenberger via Unsplash BERKUTAT di bidang bisnis kuliner , meski (amat sangat) kecil-kecilan, wajar rasanya kalau saya merasa berkewajiban untuk terus berusaha mencari dan menambah ilmu, apalagi dari kajian fiqih . Ahad, 29 Oktober 2017 silam, langkah saya diringankan untuk mendatangi kajian fiqih muslimah (Kafilah) bulanan yang diselenggarakan oleh Salimah (Persaudaraan Muslimah) Pontianak yang berjudul Berbisnis ala Rasulullah . Berikut ringkasannya. Bila terdapat kesalahan, mohon dikoreksi, siapa tahu saya sempat salah dengar atau salah memahami. Harta dan Kebaikan Dalam introduksinya, Ustadz Didik M. Nur Haris membicarakan harta terlebih dahulu. Bahwa di dalam Alquran (misalnya di surat al-Baqarah: 180) Allah menyebut kata harta berdampingan dengan kata khair /baik. Ini menunjukkan bahwa harta bisa mendatangkan kebaikan, asalkan berada di tangan orang yang saleh. Orang yang memiliki derajat tertinggi adalah mereka yang berilmu dan berharta, s

Resep Cookies Pandan

KUE kering  bebikinan beberapa tahun lalu ini saya adaptasi dari sebuah resep dasar kue kering , yang kemudian saya variasikan menjadi kue kering pandan , supaya kuenya tidak sekadar berasa tepung dan margarin (hal yang biasanya sering saya rasakan saat makan kue kering). Kebetulan di halaman belakang rumah saya dahulu menanam tanaman pandan (pemberian seorang tetangga) yang tumbuh subur, yang sebelumnya tidak terlalu dimanfaatkan karena saya jarang sekali memasak atau baking menggunakan daun pandan. Maka dari itu, agar ada alasan untuk merapikan tanaman tersebut yang mulai 'gondrong', daunnya yang bejibun saya jadikan sari pandan. Karena warna dari sari pandan tidak sepekat sari daun suji , warna kue kering ini hijaunya termasuk samar, namun tetap menyegarkan untuk dilihat. Aroma dan rasa pandannya, dengan porsi yang menurut saya pas, membuat dominasi rasa margarin dan terigu bisa menjadi lebih rendah hati. Dan terlepas dari rasa kuenya yang menurut saya agak

Lebaran di Mata Seorang Introvert: Momen yang Membuat Anxiety Meningkat

Sumber foto:  Sixteen Miles Out via Unsplash SEBAGAI seorang introvert yang sekaligus juga pendiam dan pemalu , saya menganggap Lebaran sebagai hari raya yang lumayan membuat anxiety saya meningkat, terutama untuk urusan anjangsana ke rumah keluarga, kerabat, kenalan, tetangga, dan bahkan kawan akrab sendiri. Jangankan bertamu ke rumah orangnya langsung, sekadar menulis pesan teks apalagi menelepon untuk sekadar berbasa-basi mengucapkan selamat Lebaran saja rasanya beraaat dan seakan membuat saya mengalami panic attack . Kesannya lebay ya, tapi ya hal itulah yang tidak pernah saya ceritakan ke orang-orang terdekat saya. Rasanya tabu membicarakan hal-hal yang mental-related seperti itu. Dan, saya yakin, orang-orang belum tentu (mau) memahami apa yang saya rasakan dan alami setiap Lebaran tiba. Ini lebih dari sekadar membuat 'penyakit' pendiam dan pemalu saya 'kumat'. Ini lebih dari itu. Seperti yang saya sebut sebelumnya di atas -- ini membuat tingkat

Lapis Legit, Kue Lebaran yang Wajib Ada di Kota Pontianak

SEBELUM pindah ke kota Pontianak , Lebaran saya di tempat tinggal sebelumnya -- Bekasi -- dan di kampung halaman -- Kuningan -- terasa biasa-biasa saja. Pertama kali merayakan Lebaran di Pontianak , saya terkaget-kaget melihat betapa setiap meja tamu di setiap rumah yang kami kunjungi penuh dengan stoples berisi kue kering dan makanan ringan. Minuman kaleng aneka rasa berjejer rapi, siap untuk dipilih. Dan ada satu kue basah yang pasti selalu tersedia -- lapis legit . Pengalaman saya akan kue lapis legit , di usia sekolah dasar kala itu, hanyalah sejauh lapis legit merk X yang terkenal, yang bisa dibeli di pasar swalayan. Begitu berkenalan dengan lapis legit khas Pontianak , walau sempat terkejut dengan teksturnya yang lembut dan lembap (bahkan ada juga yang basah), saya langsung terpesona dan terpikat. Bagaimana bisa di Bekasi dan Kuningan tidak ada yang seperti ini? Seiring berjalannya waktu, varian kue lapis legit di Pontianak saya temukan semakin beragam -- pandan, be

Rutinitas Saat Menunggu Buka Puasa ala Keluarga Kami

Sumber foto:  Lucas Alexander via Unsplash BISA dibilang keluarga kami tidak memiliki rutinitas khusus saat menunggu buka puasa . Apalagi anak-anak sudah semakin besar dan punya kawan main sendiri di kompleks tempat tinggal kami, sehingga biasanya mereka akan menghabiskan waktu sebelum berbuka puasa dengan kawan-kawan mereka -- mulai dari bermain biasa, sampai berolahraga bulu tangkis. Sementara saya di rumah, seperti di hari-hari biasa saja, mengurus dan menyelesaikan segala urusan rumah tangga, terutama mencuci peralatan makan dan masak sisa sahur dan bekas pakai si anak bayi yang tidak berpuasa. Terkadang juga saya memanfaatkan waktu sebelum berbuka untuk mencuci dan menjemur pakaian. Suami saya, bila tidak ada 'jadwal' buka puasa di luar, biasanya 'bertugas' membeli makanan ringan dan minuman manis untuk berbuka puasa sepulangnya dari tempat kerja. Atau terkadang saya yang mendapat bagian beli-beli tersebut. Kadang anak-anak ikut, kadang tidak. Yang jela

Mi Instan, Makanan Favorit Saat Sahur

Sumber foto:  M. W via Unsplash SESUAI dengan makanan andalan saat Ramadan , keluarga kami selalu makan sahur dengan makanan yang praktis dimasak dan/atau disiapkan, terutama yang tinggal ditumis ataupun digoreng, atau bisa juga yang tinggal beli jadi. Seperti umumnya terjadi, sekitar semingguan hingga dua mingguan awal Ramadan, makan sahur di rumah kami masih yang homemade alias buatan sendiri, walaupun sederhana. Tapi semakin mendekati akhir Ramadan, makan sahur jadi lebih sering dengan makanan hasil beli atau bahkan makanan instan. Setiap Ramadan , khususnya menjelang akhir Ramadan, makanan favorit saat sahur bagi saya pribadi adalah mi instan yang disandingkan dengan lauk (sederhana) lain. Entah kenapa, ada yang terasa istimewa ketika makan mi instan di bulan Ramadan (mungkin karena jadi semakin jarang makan makanan tersebut ya, pas di bulan tersebut). Kalau di hari dan bulan biasa rasanya (seringnya) biasa juga saat menikmati mi instan. Namun, begitu berada di bula

Makanan Andalan Saat Ramadan

Sumber foto: Maddi Bazzocco via Unsplash BIASANYA, memasuki bulan Ramadan , lemari pendingin di rumah saya akan dijejali dengan stok bumbu dasar putih, kuning, dan merah, yang masing-masing dikemas dalam plastik es kecil sesuai dengan perkiraan takaran untuk satu kali masak. Saya juga menyiapkan satu stoples kecil baceman bawang putih untuk mempermudah proses tumis-menumis. Tapi Ramadan tahun ini saya tidak menyiapkan itu semua. Beberapa hari di awal Ramadan ini saya hanya menyetok sebungkus bakso sapi dan sebungkus mixed vegetables (wortel, jagung, kacang polong, buncis) dari pasar swalayan di dekat rumah. Berhubung keluarga saya sudah hampir tidak pernah lagi makan berat untuk berbuka puasa, segala stok bahan makanan tersebut tentunya hanya dimanfaatkan untuk memasak makanan sahur. Makanan andalan kami sekeluarga untuk sahur? Kalau masak sendiri, tentu saja makanan yang tinggal ditumis dan digoreng. Semakin bertambah hari Ramadan, yah, kami realistis dan praktis saja,

Meningkatkan Produktivitas Saat Puasa dengan Rutinitas Baru

Sumber foto: Andrew "Donovan" Valdivia via Unsplash SEBELUMNYA saya sudah bercerita bahwa di bulan puasa tahun ini saya membuat kue dan menitipkannya setiap hari untuk dijual di sebuah cake shop terkenal di Pontianak . Sampai dengan hari ini, tidak terasa sudah hampir dua puluh hari saya menitipkan kue di sana. Di malam hari membuat kue, keesokan paginya mengantar kuenya ke sana, begitu terus setiap hari. Ini termasuk pengalaman pertama saya beraktivitas seperti itu, di bulan puasa pula. Di awal-awal sih rasanya, duh, capek . Sempat berpikir untuk menyudahi saja. Mungkin karena sebelumnya tidak pernah sedemikian 'sibuk', ya. Tapi setelah mencoba bertahan dan bersabar, lama-lama mulai merasa terbiasa juga. Maksudnya, baru segitu saja -- bahkan kue yang saya buat setiap malamnya hanya sedikit -- bagaimana dengan mereka yang setiap hari kerjanya berjualan dari pagi sampai malam? Rasa lelah ya tetap ada, namun saya menyadari rutinitas baru seperti ini justru

Tetap Olahraga (Ringan) Saat Puasa

Sumber foto:  Kelly Sikkema via Unsplash INI tema postingan yang sangat sulit, secara aslinya saya pribadi bukan orang yang gemar berolahraga. Tapi berhubung saat ini sedang berbadan dua dan di usia yang termasuk risiko tinggi karena hamil di atas usia 35 tahun, jadilah setidaknya senam hamil yang ringan-ringan saya sempat-sempatkan, walaupun seringnya hanya sebelum berangkat tidur malam. Senam hamilnya yang seperti apa? Buat yang sedang atau pernah hamil dan memiliki buku pink alias buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak), pasti tahu di bagian belakang buku tersebut ada ilustrasi gerakan-gerakan senam hamil. Sejak zaman kehamilan dengan anak pertama sampai sekarang insyaallah mau yang keempat, saya selalu memakai panduan senam hamil yang terdapat di buku tersebut. Begitu memasuki trimester akhir, biasanya saya tambahkan gerakan-gerakan yang berfokus pada kaki begitu lah, yang sepertinya dulu pernah saya temukan di YouTube. Di bulan puasa begini sih, memang sudah paling nyaman olah

Menikmati Memilih dan Membeli Kue-kue untuk Takjil Buka Puasa Setiap Sore Ramadan

Sumber foto:  Zeno Aras via Unsplash SETIAP Ramadan, yang paling bikin anak-anak saya semangat menanti-nantinya tentu saja kegiatan membeli kue-kue untuk takjil berbuka puasa ketika hari sudah sore. Alhamdulillah lokasi rumah kami, walau sering disebut 'pedalaman' saking jauhnya, tapi masih terbilang strategis kalau mau mencari apa-apa. Walaupun masuk ke kabupaten, tapi karena letaknya tepat di perbatasan kabupaten dengan ibu kota, jadi masih lumayan dekat ke mana-mana. Apalagi jalan tembus ke arah kota tersedia beberapa jalur. Termasuk kalau mau mencari makanan apa saja, salah satunya makanan ringan untuk takjil berbuka puasa , alhamdulillah banyak pilihannya. Makanya, kegiatan mencari, memilih, dan membeli kue-kue tersebut (di beberapa tempat yang berganti-ganti, supaya tidak bosan) selalu dinantikan, bahkan satu hingga dua bulan sebelum bulan Ramadan tiba. Kalau sudah begini, jadi menyadari betapa sebenarnya hal-hal kecillah yang biasanya terasa paling menyentu

Puasa Saat Pandemi, Kali Kedua

Sumber foto:  Elisa via Unsplash SUDAH yang kedua kalinya umat muslim menjalankan ibadah puasa Ramadan di tengah pandemi Covid-19 . Mulai dari mengalami masa masih takut untuk keluar rumah, sampai sekarang berani keluar rumah dengan menerapkan protokol kesehatan (dan tetap memilih serta memilah mana yang menjadi prioritas, mana yang bisa di- skip ), sama-sama membuat perasaan lumayan tidak menentu. Pandemi ini masih menimbulkan keragu-raguan dalam melakukan aktivitas, tak hanya semata aktivitas terkait bulan Ramadan. Apalagi melihat orang-orang di sekitar saya yang kelihatan tetap sehat-sehat saja meski sejak setahunan ini terlihat tidak ketat dalam menerapkan pemakaian masker. Tapi bolak-balik rasa ragu dan takut juga muncul begitu mendengar kabar orang-orang yang saya tahu siapa bisa sampai positif terkena Covid-19. Memasuki tahun kedua pandemi, kadang terpikirkan imajinasi aneh-aneh; siapa sih, 'dalang' dari pandemi ini sampai bisa kejadian? Adakah pihak yang bis

Waktu Luang Yang Dirindukan Saat Ramadan

Sumber foto:  Slywia Bartyzel via Unsplash RAMADAN tahun ini, untuk pertama kalinya, saya mencoba menitipkan kue buatan saya di sebuah cake shop yang cukup terkenal di daerah tengah kota. Awalnya maju-mundur tidak pe-de begitu. Banyak lah yang bikin saya lewah pikir alias overthinking , mulai dari memikirkan modal, sampai memikirkan harga jual. Ujung-ujungnya malah Mbak Admin cake shop -nya yang mendorong dan meyakinkan saya. Akhirnya ya sudah, sampai dengan hari ini, hampir dua pekan saya menitipkan kue di pasar juadah yang dibuka di cake shop tersebut. Membuat kue setiap malam untuk dititipkan keesokan paginya membuat saya sibuk setiap hari, walaupun jumlah kue yang saya buat hanya sedikit. Namun, ditambah dengan pekerjaan rumah tangga yang tidak habis-habis, dan belum lagi aktivitas menulis blog untuk Ramadan challenge dari Blogger Perempuan , plus ajang menulis Camp NaNoWriMo yang berlangsung selama April ini, oh, juga reading challenge yang saya ikuti, membuat w