Skip to main content

Sumber Inspirasi Saat Jenuh

Sumber foto: Andreas Kretschmer via Unsplash

ADA yang bilang, kalau lagi jenuh dalam hal apa pun dan inspirasi tidak kunjung datang, rehat saja dulu, nanti juga inspirasi akan tiba.

Tapi ada juga yang bilang, yang namanya inspirasi itu tidak bisa ujug-ujug datang sendiri, melainkan kita yang harus mengusahakannya.

Bagi saya fifty-fifty sih, rasanya. Kadang rasa-rasanya seperti menghampiri sendiri dan kadang terasa seperti baru muncul begitu saya bergerak berikhtiar terlebih dahulu.

Bagi saya pribadi, apa sih, yang sering atau biasanya menjadi sumber inspirasi saat sedang jenuh? Hmm, apa, ya? Rasanya rambang ya, bisa dari apa saja atau bahkan dari siapa saja.

Seperti misalnya ketika terasa mentok, tidak tahu mau menulis tema apa lagi untuk blog. Pernah saya sengaja berseluncur di internet hanya untuk mencari ide-ide tulisan yang bisa saya gali atau pernah juga dengan melakukan brainstorming sendiri.

Tapi baru-baru ini inspirasi tentang mau menulis apa lagi di blog muncul begitu melihat digital flyer 30 Days Ramadan Blog Challenge-nya Blogger Perempuan.

Jadi, berdasarkan pengalaman saya,  sumber inspirasi bisa apa saja, bisa siapa saja, bisa datang 'tiba-tiba', juga bisa baru muncul setelah 'susah-payah' dicari.

Apa sumber inspirasimu?

Catatan:

Postingan ini saya tulis sebagai kepesertaan saya dalam BPN 30 Days Ramadan Blog Challenge.

Comments

BACA JUGA POSTINGAN TERPOPULER PEKAN INI:

Cara Membuat Pembersih Alami dari Kulit Jeruk

MESKIPUN sudah mengenal gaya hidup "hijau" semenjak tahun 2006 atau 2007-an, bukan berarti kini saya telah berhasil menerapkan segala sesuatu yang serba 'hijau' atau alami dalam keseharian saya. Pada kenyataannya, ada yang saya terapkan sebatas frekuensi sering, ada yang saya aplikasikan sesekali saja, ada yang tidak pernah saya niatkan untuk coba sama sekali, dan banyak pula yang hanya berakhir sebagai eksperimen semata. Eksperimen yang akan saya ceritakan di postingan ini baru saya lakukan dua kali, namun sudah membuat saya merasa cukup puas -- dari segi proses maupun hasil, yaitu membuat pembersih alami dari kulit jeruk. Awalnya saya melihat cerita tentang pembersih alami tersebut banyak beredar di Istagram. Tapi setelah saya telusuri agak lebih lanjut, sebenarnya pembersih alami versi ini bukanlah hal baru. Sayanya saja yang terlambat tahu. Sampai saya akhirnya mau mencoba juga, itu lebih dikarenakan bahan dan pembuatannya yang relatif mudah dibandingkan pe

Empat Bulan Tanpa Instagram dan Facebook Ternyata Hidup Saya Baik-baik Saja (Tapi Saya Tetap Harus Kembali)

[Foto oleh Prateek Katyal via Unsplash ] Pagi itu, 17 Agustus 2019, seperti rutinitas 17-an setiap tahunnya, saya siap di depan televisi. Refleks saja, setiap tanggal merah begini saya pasti memilih salah satu kanal televisi yang menyiarkan upacara peringatan hari kemerdekaan Indonesia. Biasanya sekadar untuk menanti momen-momen dan/atau sosok-sosok yang bisa dikomentari (eh... bukan cuma saya kan, yang begini?). Namun pada akhirnya pandangan saya hanya sesekali saja ke upacara di dalam kotak TV. Mata saya justru lebih banyak menatap layar ponsel saya, bergantian antara Instagram (IG) dan Facebook (FB),  mindless scrolling -- gulir layar sentuh ke bawah terus dan terus tanpa betul-betul berniat mencari sesuatu apalagi melakukan sesuatu (sudah lama kegiatan membuat postingan untuk media sosial maupun blog terasa berat bagi saya -- tak terhitung sekian postingan hanya berakhir sebagai draft atau bahkan dihapus, dengan terlalu banyak pertimbangan karena khawatir

Resep Bola-bola Biskuit

Sebenarnya saya tidak tahu pasti apa nama "resmi" camilan manis seperti ini. Sama seperti saya tidak tahu siapa pencetus resep aslinya. Sepengetahuan saya, kue bola-bola yang mencampur remahan halus biskuit dengan susu kental manis termasuk camilan umum yang banyak orang tahu dan bisa membuatnya tanpa perlu resep khusus. Dan semua yang pernah membuat bola-bola biskuit -- terlepas dari kemudahan bahan dan cara membuatnya -- pasti setuju kalau proses pembuatannya yang panjaaang lumayan bikin KZL (baca: kesel , pakai "e"), apalagi di bagian bulat-bulatin adonannya. Hahaha! Bayangkan kalau adonannya BANYAK. Mungkin ada yang memodifikasinya dengan menggunakan bahan-bahan berbeda. Misalnya, menggunakan remahan cake alih-alih menggunakan remahan biskuit, atau menggunakan keju lunak seperti cream cheese alih-alih susu kental manis. Namun pada dasarnya kue ini ada di bawah prinsip yang sama: mencampurkan remahan dari kue yang sudah jadi (biskuit atau cake ) deng