Skip to main content

Saat Target di Tahun 2021 Adalah No Target

Sumber foto: Aaron Staes via Unsplash

SUDAH sekian tahun lamanya saya tidak pernah lagi membuat resolusi atau goals atau target atau word of the year atau apa pun lah namanya untuk setiap satu tahun baru berjalan. Bisa dibilang my target is no target, termasuk untuk tahun 2021 ini.

As lame as it sounds, saya hanya berharap bisa survive another day, another week, another month, and another year. As simple as that. Apakah itu termasuk target hidup?

Kesannya hidup saya ini menyedihkan sekali, ya? *baru nyadar* Tapi ya memang demikianlah adanya. Saya ingin menjalani hidup ini sambil terus bertumbuh dan berkembang sebagai seorang individu. Apakah itu juga termasuk target?

Kalaupun ditanya, apa keinginan yang pengin banget bisa diraih? Hmm, mungkin to be financially independent? Tapi saya rasa itu tidak akan terjadi di tahun 2021. Bukannya pesimis, cuma menganalisis.

Jadi, postingan ini tidak akan bisa panjang karena mau dipaksa dipanjang-panjangin pun, kesimpulannya tetap pada target di tahun 2021 ini adalah no target. I'm no longer big in wanting, let alone dreaming.

Ada yang seperti saya juga? Atau malah semuanya selalu punya dan menetapkan target dalam hidup setiap tahunnya?

Catatan:

Postingan ini saya tulis sebagai kepesertaan saya dalam BPN 30 Days Ramadan Blog Challenge.

Comments

  1. Mending ngikut alur dan jalani aja kali ya kak, kebanyakan target malah bikin pusing hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau masih muda sih, masih banyak pengin ini-itu. Pas semakin dewasa, keinginan mulai berkurang 😁

      Delete

Post a Comment

BACA JUGA POSTINGAN TERPOPULER PEKAN INI:

Cara Membuat Pembersih Alami dari Kulit Jeruk

MESKIPUN sudah mengenal gaya hidup "hijau" semenjak tahun 2006 atau 2007-an, bukan berarti kini saya telah berhasil menerapkan segala sesuatu yang serba 'hijau' atau alami dalam keseharian saya. Pada kenyataannya, ada yang saya terapkan sebatas frekuensi sering, ada yang saya aplikasikan sesekali saja, ada yang tidak pernah saya niatkan untuk coba sama sekali, dan banyak pula yang hanya berakhir sebagai eksperimen semata. Eksperimen yang akan saya ceritakan di postingan ini baru saya lakukan dua kali, namun sudah membuat saya merasa cukup puas -- dari segi proses maupun hasil, yaitu membuat pembersih alami dari kulit jeruk. Awalnya saya melihat cerita tentang pembersih alami tersebut banyak beredar di Istagram. Tapi setelah saya telusuri agak lebih lanjut, sebenarnya pembersih alami versi ini bukanlah hal baru. Sayanya saja yang terlambat tahu. Sampai saya akhirnya mau mencoba juga, itu lebih dikarenakan bahan dan pembuatannya yang relatif mudah dibandingkan pe

Empat Bulan Tanpa Instagram dan Facebook Ternyata Hidup Saya Baik-baik Saja (Tapi Saya Tetap Harus Kembali)

[Foto oleh Prateek Katyal via Unsplash ] Pagi itu, 17 Agustus 2019, seperti rutinitas 17-an setiap tahunnya, saya siap di depan televisi. Refleks saja, setiap tanggal merah begini saya pasti memilih salah satu kanal televisi yang menyiarkan upacara peringatan hari kemerdekaan Indonesia. Biasanya sekadar untuk menanti momen-momen dan/atau sosok-sosok yang bisa dikomentari (eh... bukan cuma saya kan, yang begini?). Namun pada akhirnya pandangan saya hanya sesekali saja ke upacara di dalam kotak TV. Mata saya justru lebih banyak menatap layar ponsel saya, bergantian antara Instagram (IG) dan Facebook (FB),  mindless scrolling -- gulir layar sentuh ke bawah terus dan terus tanpa betul-betul berniat mencari sesuatu apalagi melakukan sesuatu (sudah lama kegiatan membuat postingan untuk media sosial maupun blog terasa berat bagi saya -- tak terhitung sekian postingan hanya berakhir sebagai draft atau bahkan dihapus, dengan terlalu banyak pertimbangan karena khawatir

Resep Bola-bola Biskuit

Sebenarnya saya tidak tahu pasti apa nama "resmi" camilan manis seperti ini. Sama seperti saya tidak tahu siapa pencetus resep aslinya. Sepengetahuan saya, kue bola-bola yang mencampur remahan halus biskuit dengan susu kental manis termasuk camilan umum yang banyak orang tahu dan bisa membuatnya tanpa perlu resep khusus. Dan semua yang pernah membuat bola-bola biskuit -- terlepas dari kemudahan bahan dan cara membuatnya -- pasti setuju kalau proses pembuatannya yang panjaaang lumayan bikin KZL (baca: kesel , pakai "e"), apalagi di bagian bulat-bulatin adonannya. Hahaha! Bayangkan kalau adonannya BANYAK. Mungkin ada yang memodifikasinya dengan menggunakan bahan-bahan berbeda. Misalnya, menggunakan remahan cake alih-alih menggunakan remahan biskuit, atau menggunakan keju lunak seperti cream cheese alih-alih susu kental manis. Namun pada dasarnya kue ini ada di bawah prinsip yang sama: mencampurkan remahan dari kue yang sudah jadi (biskuit atau cake ) deng