Skip to main content

Saat Hari Libur dan Hari Biasa Terasa Sama Saja Bagi Ibu Rumah Tangga

Sumber foto: Annie Spratt via Unsplash

SEBAGAI seorang ibu rumah tangga purnawaktu, hari biasa dan hari libur tipiiis sekali perbedaannya. Apalagi kalau sudah memasuki bulan Ramadan; rasanya tanggal hitam semua, deh. 😅

Makanya begitu mendapat tema tentang kegiatan yang dilakukan saat hari libur, saya jadi cukup bingung harus menulis apa. Ya soalnya memang kegiatan yang saya lakukan saat hari libur masih kurang lebih sama seperti kegiatan yang saya lakukan di hari-hari biasa.

Palingan biasanya saat hari libur, saya bisa meminta keringanan pada suami saya untuk tidak memasak. Aktivitas rumah tangga lainnya (yang sejibun) ya tetap saja harus saya lakukan -- tidak memandang hari libur atau bukan.

Saking terbiasanya dengan segala aktivitas rumah tangga tersebut, saya hampir tidak pernah terpikirkan lagi soal tanggal hitam dan tanggal merah.

Untuk ibu-ibu rumah tangga purnawaktu di luar sana, adakah yang senasib-sepenanggungan dengan saya?

Catatan:

Postingan ini saya tulis sebagai kepesertaan saya dalam BPN 30 Days Ramadan Blog Challenge.

Comments

  1. Hahahha, bener mba, nggak tahu mana itu tanggal hitam atau merah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masang kalender akhirnya gak ngaruh-ngaruh amat ya, Mbak 😅

      Delete

Post a Comment

BACA JUGA POSTINGAN TERPOPULER PEKAN INI:

Ringkasan Kajian: Berbisnis ala Rasulullah

Sumber foto:   Julian Steenberger via Unsplash BERKUTAT di bidang bisnis kuliner , meski (amat sangat) kecil-kecilan, wajar rasanya kalau saya merasa berkewajiban untuk terus berusaha mencari dan menambah ilmu, apalagi dari kajian fiqih . Ahad, 29 Oktober 2017 silam, langkah saya diringankan untuk mendatangi kajian fiqih muslimah (Kafilah) bulanan yang diselenggarakan oleh Salimah (Persaudaraan Muslimah) Pontianak yang berjudul Berbisnis ala Rasulullah . Berikut ringkasannya. Bila terdapat kesalahan, mohon dikoreksi, siapa tahu saya sempat salah dengar atau salah memahami. Harta dan Kebaikan Dalam introduksinya, Ustadz Didik M. Nur Haris membicarakan harta terlebih dahulu. Bahwa di dalam Alquran (misalnya di surat al-Baqarah: 180) Allah menyebut kata harta berdampingan dengan kata khair /baik. Ini menunjukkan bahwa harta bisa mendatangkan kebaikan, asalkan berada di tangan orang yang saleh. Orang yang memiliki derajat tertinggi adalah mereka yang berilmu dan berharta, s

Cara Membuat Pembersih Alami dari Kulit Jeruk

MESKIPUN sudah mengenal gaya hidup "hijau" semenjak tahun 2006 atau 2007-an, bukan berarti kini saya telah berhasil menerapkan segala sesuatu yang serba 'hijau' atau alami dalam keseharian saya. Pada kenyataannya, ada yang saya terapkan sebatas frekuensi sering, ada yang saya aplikasikan sesekali saja, ada yang tidak pernah saya niatkan untuk coba sama sekali, dan banyak pula yang hanya berakhir sebagai eksperimen semata. Eksperimen yang akan saya ceritakan di postingan ini baru saya lakukan dua kali, namun sudah membuat saya merasa cukup puas -- dari segi proses maupun hasil, yaitu membuat pembersih alami dari kulit jeruk. Awalnya saya melihat cerita tentang pembersih alami tersebut banyak beredar di Istagram. Tapi setelah saya telusuri agak lebih lanjut, sebenarnya pembersih alami versi ini bukanlah hal baru. Sayanya saja yang terlambat tahu. Sampai saya akhirnya mau mencoba juga, itu lebih dikarenakan bahan dan pembuatannya yang relatif mudah dibandingkan pe

Pengalaman Pertama Membuat Roti Artisan

Sekian banyak tahun dengan pola pikir bahwa membuat roti panggang itu susah, apalagi kalau hanya bermodalkan oven tangkring, saya akhirnya mendapatkan motivasi untuk pertama kali mencoba membuat roti di awal tahun 2020 ini. Semua berkat postingan dan tantangan dari blog Sally's Baking Addiction untuk membuat roti artisan . Roti artisan biasanya didefinisikan sebagai roti khas rumahan yang dibuat manual dengan tangan dan dengan menggunakan ragi alami, ditambah melalui proses fermentasi yang panjang. Roti ini, secara kualitas, cenderung lebih fresh  dan karenanya tidak setahan lama roti biasa. Dari segi penampilan, roti artisan tidak semulus roti pada umumnya. Dia cenderung bertekstur kering dan berkerak di bagian luar, namun lembut sekaligus kenyal dengan pori-pori besar di bagian dalam. Di Barat sana, roti artisan lazim dipanggang menggunakan dutch oven -- sebuah panci tebal bertutup yang difungsikan untuk  slow cooking . Untuk mendapatkan tekstur kering