Blog untuk Mewujudkan Mimpi

Sumber foto: Marci Angeles via Unsplash

SEWAKTU membuat blog, punya harapan (besar) apa, sih? Kalau ditanya begitu, sebenarnya bikin bingung mesti jawab apa.

Pengin punya banyak pembaca? Boleh banget.

Pengin memberikan manfaat untuk pembaca? Itu sih, otomatis. Bahkan walaupun mungkin manfaatnya hanya secuil, semoga mengandung berkah.

Pengin dapat uang dari blog? Wih, narablog mana yang nggak mau dapat uang dari blognya sendiri.

Tapi, lebih dari itu semua, harapan besar saya untuk blog (ini) adalah ingin menjadikannya sebagai perwujudan dari mimpi saya.

Jadi, seperti yang pernah saya singgung di postingan sebelumnya, dulu saya pernah bermimpi untuk memiliki dan menerbitkan majalah sendiri.

Seiring berjalannya waktu dan jalan hidup, mimpi tersebut terasa tidak penting lagi untuk saya. Eh, tapi kok, setiap lagi blogwalking, selalu ada semacam perasaan 'rindu' atau apa lah itu yang sulit dijelaskan, bahkan pada diri sendiri.

Kemudian, saya menyadari bahwa dengan memiliki dan menulis di blog sendiri, rasanya (hampir) seperti mewujudkan mimpi semasa dulu di atas yang sebenarnya hingga kini pun sudah tidak menjadi ambisi saya lagi.

Jadi, harapan besar saya untuk blog ini sudah terwujud, dong? Hmm, sudah atau belum, ya? Entah ya, ini pun sulit dijelaskan.

Di satu sisi terasa, ya, ini dia perwujudan mimpi saya, bisa menulis di 'media sendiri'. Namun di sisi lain juga kadang terasa, apa lagi ya, yang bisa saya kerahkan dari blog ini? Konsistensi menulis? (ini tugas besar) Menunjukkan expertise diri sendiri? (ini juga penting, tapi berat)

Kalau kamu, yang punya blog, apa harapan terbesarmu untuk blogmu sendiri?

Catatan:

Postingan ini saya tulis sebagai kepesertaan saya dalam BPN 30 Days Ramadan Blog Challenge.

Comments

PALING BANYAK DIBACA PEKAN INI: