Blog Sepiring Kue, Sepiring Narasi Rasa

Sumber foto: Instagram @sepiringkue

SEMENJAK pertama kali ngeblog di sekitar 2006-an, dan hingga kini sudah beberapa kali mengganti nama dan konsep blog (sudah berkali-kali saya mencoba berhenti saja menulis blog karena merasa tidak bisa konsisten menulis secara rutin, tapi ternyata pada akhirnya saya selalu kembali lagi ke media menulis ini), sebagian besar nama blog saya selalu terdiri dari dua kata dan dalam bahasa Inggris. Hampir semuanya, kecuali satu blog soal gaya hidup 'hijau', satu blog tentang persiapan pernikahan saya (yang ini lebih dari dua kata), blog yang sebelum ini, dan blog ini sekarang, yang berbahasa Indonesia, termasuk isi postingannya.

Masing-masing memiliki sejarah, filosofi, serta arti nama blog tersendiri. Ada yang penjabarannya bisa panjang-lebar, ada juga yang bisa dijelaskan secara singkat saking simpelnya.

Kenapa blog ini namanya Sepiring Kue? Apa arti nama blog Sepiring Kue? Dan kenapa tidak semua postingannya bercerita tentang kue?

Awalnya, seperti yang sudah-sudah, saya sudah merasa cukup, tidak mau ngeblog lagi. Terlebih di masa di mana media sosial seakan adalah segalanya, perlakuan dan strategi terhadap blog bisa dibilang sudah jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tapi ya itu, seperti yang saya sebut di awal tulisan ini, entah bagaimana pada akhirnya tetap saja saya selalu ingin kembali lagi menulis di blog.

Bisa dibilang blog Sepiring Kue ini seperti cara saya 'mencari alasan' saja untuk mempunyai sebuah blog lagi, setelah sebelumnya sempat vakum lama. Mumpung saya punya usaha mikro di bidang per-kue-an (yang 'kebetulan' bernama Sepiring Kue), lalu saya berpikir sekalian saja saya buat blognya juga sebagai kesempatan bagi saya untuk mengobrolkan seputar makanan. Bukankah hal terbaik selain makan adalah membicarakan tentang makanan?

Tapi di sisi lain, saya juga kan, punya kesukaan terhadap hal-hal lain, tidak melulu terhadap makanan. Jadi, selagi ada media pribadi untuk menulis ini, saya ikutkan pula topik-topik lain di luar menulis.

Karenanya jargon blog ini, seperti tertulis di bawah judulnya, di bagian paling atas, adalah "Sepiring narasi rasa." Karena ini blog pribadi saya, tapi juga tidak mengungkapkan hal-hal yang terlewat pribadi, maka dia ibarat sebuah piring yang menampung secukupnya saja apa yang saya 'kurasi' untuk saya tampilkan di sini -- kesukaan saya, perasaan saya, dan sebagainya -- dalam bentuk tulisan. Voila, sepiring narasi rasa.

Itulah arti dan filosofi di balik nama blog saya. Bagi Anda yang ngeblog juga, apa arti di balik nama blog Anda?

Catatan:

Postingan ini saya tulis sebagai kepesertaan saya dalam BPN 30 Days Ramadan Blog Challenge.

Comments

  1. Sepiring kue itu pasti harum, menyenangkan, dan paling enak disantap bareng secangkir kopi sambil ngobrol asik dengan teman :D. Suka namanya kak, penasaran juga dengan usaha kakak :D. Semangaat, semoga lancar blogging dan usahanya kak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaah, amin, terima kasih banyak, ya 😊

      Delete

Post a Comment

PALING BANYAK DIBACA PEKAN INI: