Skip to main content

5 Serial TV Favorit Tahun '90-an Sampai 2000-an

Sumber foto: Ajeet Mestry via Unsplash

IYA, dari judulnya saja sudah bisa ditebak saya anak zaman kapan, kan?

Sampai dengan masa sekolah menengah atas (SMA), televisi masih menjadi 'makanan' sehari-hari saya. Mulai dari menonton sinetron (ini zaman SD, nih), serial dan film Hollywood, film India (yang ini bisa dihitung pakai jari), sampai pertandingan sepak bola. Apalagi saat itu, stasiun-stasiun televisi swasta masih banyak menayangkan serial dan film Barat yang beragam; beda dengan masa sekarang.

Berikut 5 serial TV favorit tahun '90-an sampai 2000-an yang merupakan pilihan pribadi saya sendiri:

1. Friends

Ini sih, the best of the best bagi saya. Dari masih rutin ditayangkan di televisi sampai akhirnya tamat di season 10, cerita-cerita dari hampir semua episodenya masih bisa dikategorikan relatable hingga zaman sekarang. Dan yang jelas, mau ditonton sampai berapa kali pun, unsur komedinya masih tetap bisa membuat tertawa lepas. Sangat menyegarkan.

2. Ally McBeal

Ini juga, secara mengejutkan, ternyata memiliki humor yang menyenangkan. Padahal awalnya saya sempat skeptis (karena sebelumnya tidak suka dengan) cerita seputar pengacara. Tak disangka, serial ini ringan cerna walau topik hukum bukan termasuk topik favorit sejuta umat.

3. Party of Five

Drama seputar keluarga -- atau tepatnya kakak-beradik -- yang menyentuh hati. Walau ada episode-episode yang membuat 'lelah hati' menontonnya, tapi selalu terasa hikmah dari apa yang kelima saudara ini alami.

4. Chicago Hope

Seperti cerita dengan tema hukum, tema medis juga sebenarnya bukan tema favorit saya, namun entah bagaimana serial ini bisa membuat saya melupakan fakta tersebut. Meskipun baru sedikit episode yang saya tonton, tapi rata-rata sangat menghibur. Ditambah satu lagi elemen favorit saya: musik penutupnya (yang hanya sekitar satu menit) selalu berhasil menggugah hati.

5. Just Shoot Me

Serial ini tidak ditayangkan lama di televisi waktu itu, tapi serial inilah yang membuat saya menyukai seluk-beluk seputar proses pembuatan dan penerbitan sebuah majalah sampai sekarang.

Apa serial TV favoritmu?

Catatan:

Postingan ini saya tulis sebagai kepesertaan saya dalam BPN 30 Days Ramadan Blog Challenge.

Comments

Post a Comment

BACA JUGA POSTINGAN TERPOPULER PEKAN INI:

Ringkasan Kajian: Berbisnis ala Rasulullah

Sumber foto:   Julian Steenberger via Unsplash BERKUTAT di bidang bisnis kuliner , meski (amat sangat) kecil-kecilan, wajar rasanya kalau saya merasa berkewajiban untuk terus berusaha mencari dan menambah ilmu, apalagi dari kajian fiqih . Ahad, 29 Oktober 2017 silam, langkah saya diringankan untuk mendatangi kajian fiqih muslimah (Kafilah) bulanan yang diselenggarakan oleh Salimah (Persaudaraan Muslimah) Pontianak yang berjudul Berbisnis ala Rasulullah . Berikut ringkasannya. Bila terdapat kesalahan, mohon dikoreksi, siapa tahu saya sempat salah dengar atau salah memahami. Harta dan Kebaikan Dalam introduksinya, Ustadz Didik M. Nur Haris membicarakan harta terlebih dahulu. Bahwa di dalam Alquran (misalnya di surat al-Baqarah: 180) Allah menyebut kata harta berdampingan dengan kata khair /baik. Ini menunjukkan bahwa harta bisa mendatangkan kebaikan, asalkan berada di tangan orang yang saleh. Orang yang memiliki derajat tertinggi adalah mereka yang berilmu dan berharta, s

Cara Membuat Pembersih Alami dari Kulit Jeruk

MESKIPUN sudah mengenal gaya hidup "hijau" semenjak tahun 2006 atau 2007-an, bukan berarti kini saya telah berhasil menerapkan segala sesuatu yang serba 'hijau' atau alami dalam keseharian saya. Pada kenyataannya, ada yang saya terapkan sebatas frekuensi sering, ada yang saya aplikasikan sesekali saja, ada yang tidak pernah saya niatkan untuk coba sama sekali, dan banyak pula yang hanya berakhir sebagai eksperimen semata. Eksperimen yang akan saya ceritakan di postingan ini baru saya lakukan dua kali, namun sudah membuat saya merasa cukup puas -- dari segi proses maupun hasil, yaitu membuat pembersih alami dari kulit jeruk. Awalnya saya melihat cerita tentang pembersih alami tersebut banyak beredar di Istagram. Tapi setelah saya telusuri agak lebih lanjut, sebenarnya pembersih alami versi ini bukanlah hal baru. Sayanya saja yang terlambat tahu. Sampai saya akhirnya mau mencoba juga, itu lebih dikarenakan bahan dan pembuatannya yang relatif mudah dibandingkan pe

Pengalaman Pertama Membuat Roti Artisan

Sekian banyak tahun dengan pola pikir bahwa membuat roti panggang itu susah, apalagi kalau hanya bermodalkan oven tangkring, saya akhirnya mendapatkan motivasi untuk pertama kali mencoba membuat roti di awal tahun 2020 ini. Semua berkat postingan dan tantangan dari blog Sally's Baking Addiction untuk membuat roti artisan . Roti artisan biasanya didefinisikan sebagai roti khas rumahan yang dibuat manual dengan tangan dan dengan menggunakan ragi alami, ditambah melalui proses fermentasi yang panjang. Roti ini, secara kualitas, cenderung lebih fresh  dan karenanya tidak setahan lama roti biasa. Dari segi penampilan, roti artisan tidak semulus roti pada umumnya. Dia cenderung bertekstur kering dan berkerak di bagian luar, namun lembut sekaligus kenyal dengan pori-pori besar di bagian dalam. Di Barat sana, roti artisan lazim dipanggang menggunakan dutch oven -- sebuah panci tebal bertutup yang difungsikan untuk  slow cooking . Untuk mendapatkan tekstur kering