Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2021

Saat Hari Libur dan Hari Biasa Terasa Sama Saja Bagi Ibu Rumah Tangga

Sumber foto:  Annie Spratt via Unsplash SEBAGAI seorang ibu rumah tangga purnawaktu , hari biasa dan hari libur tipiiis sekali perbedaannya. Apalagi kalau sudah memasuki bulan Ramadan ; rasanya tanggal hitam semua, deh. 😅 Makanya begitu mendapat tema tentang kegiatan yang dilakukan saat hari libur , saya jadi cukup bingung harus menulis apa. Ya soalnya memang kegiatan yang saya lakukan saat hari libur masih kurang lebih sama seperti kegiatan yang saya lakukan di hari-hari biasa. Palingan biasanya saat hari libur, saya bisa meminta keringanan pada suami saya untuk tidak memasak. Aktivitas rumah tangga lainnya (yang sejibun) ya tetap saja harus saya lakukan -- tidak memandang hari libur atau bukan. Saking terbiasanya dengan segala aktivitas rumah tangga tersebut, saya hampir tidak pernah terpikirkan lagi soal tanggal hitam dan tanggal merah. Untuk ibu-ibu rumah tangga purnawaktu di luar sana, adakah yang senasib-sepenanggungan dengan saya? ✋ Catatan: Postingan ini saya tul

2 Akun Instagram Resep Makanan Gluten Free

Sumber foto:  Humphrey Muleba via Unsplash TREN makanan gluten-free alias makanan tanpa gluten , khususnya tanpa tepung terigu, semakin meningkat, ya. Bahkan menurut data yang pernah dikemukakan oleh perencana keuangan, Yuszak M. Yahya , alasan terbesar kenapa orang mengonsumsi makanan gluten free adalah tanpa alasan atau no reason at all. Hal tersebut bisa menunjukkan dua hal, menurut saya: entah orang-orang merasakan FOMO atau fear of missing out , atau karena mengonsumsi makanan tanpa gluten memang 'semata' mulai menjadi kebiasaan. Tak heran kalau produk berbasis gluten free semakin banyak dibuat dan sekaligus dicari. Plus, resep-resep makanan gluten free pun banyak dicari dan diminati juga, mulai dari makanan ringan alias camilan, makanan penutup atau dessert , sampai makanan berat. Website, blog, channel YouTube, juga akun Instagram resep makanan, walau tidak mengkhususkan diri di resep gluten free , sesekali mulai menyisipkan resep makanan tanpa gluten . Nah, a

Pengalaman Bertahun-tahun Tanpa Hobi Baru

Sumber foto:  Margarida Afonso via Unsplash TEMANYA tentang hobi terbaru , tapi sayangnya, lebih dari tiga puluh lima tahun hidup di dunia, hobi saya tetap sama dari masa ke masa alias dari masih kecil, yaitu membaca dan menulis . Garing dan agak geeky , cuma ya mau bagaimana lagi, perkembangan dan perubahan zaman nyatanya tidak juga membuat saya setidaknya menambah satu hobi baru. Bahkan masa pandemi Covid-19 yang konon membuat banyak orang di seluruh dunia menemukan hobi dan minat baru, ternyata tidak berlaku pada diri saya. Orang-orang beramai-ramai bercocok tanam tanaman hias, tidak menggugah diri saya. Membedakan tanaman satu dengan yang lain pun saya tidak paham. Banyak orang berbondong-bondong bersepeda, selain karena tidak memiliki sepeda, pengalaman lampau juga membuat saya tidak terdorong untuk menyukai sepedaan. Yang jelas, membaca dan menulis tidak pernah membuat saya merasa ingin berhenti. Bahkan membaca juga sudah menjadi kebiasaan saya hampir setiap saya makan. M

Belajar Bahasa Jepang Gara-gara Idol Group Jepang, Arashi

Sumber foto:  Manuel Cosentino via Unsplash SEJAK memasuki usia 'matang', saya sempat memiliki keyakinan terhadap diri sendiri bahwa saya tidak akan mungkin 'mampir' lagi ke fase menyukai pop culture dan sejenisnya seperti yang pernah terjadi pada saya di usia muda. Cukup jauh sebelum menjejak di usia matang tersebut, sebenarnya selesai sudah kesukaan saya pada film dan serial Hollywood, serta pada lagu-lagu Barat, juga sejumlah budaya pop lainnya. Just like that ; pokoknya selesai. Bahkan 'demam Korea' sejak beberapa tahun terakhir ini pun tidak berhasil menyentuh hati saya. Makanya, bisa dibilang saya terkaget-kaget ketika tahu-tahu, di akhir 2019, saya jadi menyukai idol group asal Jepang yang kini tengah hiatus, Arashi . Awalnya karena ketidaksengajaan (dan rasa penasaran) menonton variety show mereka, VS Arashi . Saat itu saya sama sekali tidak tahu bahwa kata Arashi di judul acara itu mengacu pada idol group bersangkutan. Karena menganggap ora

Membuat Rencana 5 Tahun ke Depan untuk Usaha Mikro

Sumber foto:  Duane Mendes via Unsplash ENTAH kenapa, semakin bertambah usia, semakin saya tidak terpikir untuk membuat rencana yang bagaimana-bagaimana untuk jangka panjang. Makanya bahkan target saya di tahun 2021 ini saja adalah no target . Jadi, begitu dapat tema menulis postingan soal rencana 5 tahun ke depan , saya langsung bingung. 😅 Setelah melakukan brainstorming , saya putuskan untuk menuliskan rencana 5 tahun ke depan untuk usaha mikro saya saja, Sepiring Kue  (yang, tentu saja, baru terpikirkan sambil saya menulis ini): 1. Memiliki sejumlah pelanggan tetap yang setia dengan produk-produk Sepiring Kue. 2. Memiliki pelanggan baru yang perlahan namun pasti terus bertambah dan menyukai produk-produk Sepiring Kue. 3. Sudah menerima dan memiliki, serta melengkapi berbagai legalitas yang diperlukan, salah satunya izin edar pangan industri rumah tangga (P-IRT). 4. Memiliki perlengkapan dan peralatan baking yang lebih mumpuni, meski tetap untuk skala rumah tangga.

7 Hal yang Paling Membuat Seorang Introvert Bahagia

Sumber foto:  Elena Koycheva via Unsplash SEBAGAI seorang introvert yang sekaligus seorang pendiam dan pemalu, kadang saya merasa bahwa dunia ini sengaja di-setting untuk kenyamanan para ekstrovert. Atau saya saja yang terlalu baperan? Apa ada yang merasa demikian juga? Supaya tetap dengan vibrasi positif, yuk, kita daftarkan 7 hal yang paling membuat seorang introvert bahagia , meski -- mengutip kata-kata Susan Cain, penulis buku tentang introvert yang berjudul "Quiet" -- hidup di dunia yang tak pernah berhenti bicara: 1. Tidak harus berbasa-basi melulu (atau setidaknya, kalau memang perlu banget, basa-basinya sebentar saja, deh). 2. Tidak dipaksa untuk harus berbicara di tengah pertemuan atau acara suatu kelompok, kalau memang konteksnya tidak ada yang harus diutarakan. 3. Tidak dinyinyiri kalau tidak atau sedikit berbicara di tengah suatu pertemuan atau acara. 4. Tidak dinyinyiri apalagi ditertawakan kalau 'tiba-tiba' mau berbicara di tengah suatu

Meningkatkan Mood Tanpa Lagu

Sumber foto:  Joshua Woroniecki via Unsplash SUDAH lama saya tidak lagi 'menggantungkan diri' pada musik dan lagu untuk meningkatkan mood atau untuk sekadar 'memanjakan' mood yang sedang terasa di hati . Walau harus diakui, saya masih menyimpan beberapa lagu milik idol group Jepang, Arashi . Palingan yang agak sulit itu ketika sedang melakukan perjalanan darat yang cukup panjang. Kalau sudah mati gaya karena ngemil sudah merasa cukup, melihat-lihat pemandangan juga sudah membuat jenuh, akhirnya menyerah dan menyalakan radio atau memutar lagu (lagu Arashi). Namun secara umum di keseharian saya tidak lagi merasa membutuhkan musik dan lagu, apalagi untuk meningkatkan mood. Sepertinya mood saya lebih bisa meningkat bila ada asupan makanan, khususnya makanan manis. Jadi postingan dengan tema kali ini (harusnya ini tema kemarin, tapi baru saya tulis hari ini) tidak bisa saya jabarkan lebih panjang, ya. Sudah mentok, soalnya 😅 Apakah ada yang samaan -- bisa menin

Sumber Inspirasi Saat Jenuh

Sumber foto:  Andreas Kretschmer via Unsplash ADA yang bilang, kalau lagi jenuh dalam hal apa pun dan inspirasi tidak kunjung datang, rehat saja dulu, nanti juga inspirasi akan tiba. Tapi ada juga yang bilang, yang namanya inspirasi itu tidak bisa ujug-ujug datang sendiri, melainkan kita yang harus mengusahakannya. Bagi saya fifty-fifty sih, rasanya. Kadang rasa-rasanya seperti menghampiri sendiri dan kadang terasa seperti baru muncul begitu saya bergerak berikhtiar terlebih dahulu. Bagi saya pribadi, apa sih, yang sering atau biasanya menjadi sumber inspirasi saat sedang jenuh ? Hmm, apa, ya? Rasanya rambang ya, bisa dari apa saja atau bahkan dari siapa saja. Seperti misalnya ketika terasa mentok, tidak tahu mau menulis tema apa lagi untuk blog. Pernah saya sengaja berseluncur di internet hanya untuk mencari ide-ide tulisan yang bisa saya gali atau pernah juga dengan melakukan brainstorming sendiri. Tapi baru-baru ini inspirasi tentang mau menulis apa lagi di blog muncul beg

5 Buku Fiksi dan Non-Fiksi Favorit Versi Pribadi

Sumber foto:  Olena Sergienko via Unsplash SETELAH membaca banyak sekali buku sejak usia dini hingga usia dewasa sekarang, tetap selalu sulit untuk memilih mana buku favorit saya. Bahkan saat sudah dikategorikan menjadi buku fiksi dan buku non-fiksi, masih saja susah memilih satu buku yang menjadi favorit. Jadi, dengan segala kesulitan yang muncul dalam memilih, berikut 5 buku fiksi dan non-fiksi favorit versi saya pribadi: 1. Buku Fiksi (anak): Coraline (Neil Gaiman) Walaupun ada bagian yang lumayan menyeramkan (atau mungkin lebih tepatnya menegangkan?), saya merasa setiap anak yang sudah mau dan mampu membaca buku cerita panjang harus membaca buku yang sudah difilmkan versi animasi ini. Saya yang orang dewasa saja menyukai buku ini. Membacanya membuat pembaca berpikir ulang tentang yang namanya keinginan, serta belajar mensyukuri apa yang sudah dimiliki.  2. Buku Fiksi (remaja perempuan -- tentang mengenal diri sendiri): Looking for Alibrandi / Mencari Jati Diri (Melina

Bepergian Praktis Hanya dengan Membawa Dompet

TEMA kali ini barang wajib di tas saat bepergian, tapi berhubung sudah lama saya tidak pernah membawa-bawa tas lagi kalau bepergian jarak dekat (kecuali tas kain belanja yang dilipat kecil untuk dikantongi), saya akan menulis tentang dompet saja deh, ya. Mungkin karena sudah tidak perlu bawa 'bekal' berupa keperluan anak-anak lagi yang mengharuskan membawa tas bila bepergian sebentar, saya merasa dengan membawa dompet saja (plus ponsel dan tas belanja, kalau pas mau belanja) sudah cukup. Yang penting pakaian yang dikenakan ada kantong(-kantong)nya. Dompet yang selalu saya bawa-bawa ini sebenarnya bukan dompet betulan, melainkan tempat pensil kain yang sudah tidak digunakan lagi oleh anak saya. Kebetulan dompet saya sebelumnya sudah rusak dan saya lihat tempat pensil ini bisa dilipat dua tanpa merusak kartu-kartu penting yang dimasukkan ke dalamnya, ya sudah, saya pakai ulang saja sebagai dompet. Isi di dalam dompetnya ya standar lah, yang terpenting segala macam KTP

5 Tempat Wisata Laut Penuh Kesan yang Tidak Jauh dari Pontianak

[Foto-foto menyusul, ya] Sumber foto:  Samuel Chan via Unsplash WALAU tidak bisa dibilang sering mengunjungi tempat wisata untuk berlibur (apalagi tahu dan kenal dengan tempat-tempat wisata apa saja yang ada di sekitar saya), setidaknya ada tempat-tempat wisata yang meninggalkan kesan tersendiri di hati saya. Dalam hal ini adalah tempat wisata laut yang tidak jauh dari Pontianak, ibu kota provinsi Kalimantan Barat . Sebagai 'anak gunung' (maksudnya dulu lahir di area dekat gunung yang cenderung dingin), ternyata saya selalu lebih menyukai wisata laut yang cenderung panas, sejak kecil hingga sekarang di usia dewasa. 1. Pantai Pasir Panjang, Singkawang Berlokasi sekitar 3-4 jam dari Pontianak, pantai ini merupakan wisata pantai pertama yang saya kunjungi semenjak pindah ke Pontianak dari Bekasi, Jawa Barat, di usia 10 tahun. Dan pantai ini pula yang paling sering saya kunjungi semenjak itu, hingga kini saya sendiri sudah punya anak sulung yang usianya hampir 10 tahu

Saat Target di Tahun 2021 Adalah No Target

Sumber foto:  Aaron Staes via Unsplash SUDAH sekian tahun lamanya saya tidak pernah lagi membuat resolusi atau goals atau target atau word of the year atau apa pun lah namanya untuk setiap satu tahun baru berjalan. Bisa dibilang my target is no target , termasuk untuk tahun 2021 ini. As lame as it sounds , saya hanya berharap bisa survive another day, another week, another month, and another year. As simple as that. Apakah itu termasuk target hidup? Kesannya hidup saya ini menyedihkan sekali, ya? *baru nyadar* Tapi ya memang demikianlah adanya. Saya ingin menjalani hidup ini sambil terus bertumbuh dan berkembang sebagai seorang individu. Apakah itu juga termasuk target? Kalaupun ditanya, apa keinginan yang pengin banget bisa diraih? Hmm, mungkin to be financially independent ? Tapi saya rasa itu tidak akan terjadi di tahun 2021. Bukannya pesimis, cuma menganalisis. Jadi, postingan ini tidak akan bisa panjang karena mau dipaksa dipanjang-panjangin pun, kesimpulannya teta

5 Serial TV Favorit Tahun '90-an Sampai 2000-an

Sumber foto:  Ajeet Mestry via Unsplash IYA, dari judulnya saja sudah bisa ditebak saya anak zaman kapan, kan? Sampai dengan masa sekolah menengah atas (SMA), televisi masih menjadi 'makanan' sehari-hari saya. Mulai dari menonton sinetron (ini zaman SD, nih), serial dan film Hollywood, film India (yang ini bisa dihitung pakai jari), sampai pertandingan sepak bola. Apalagi saat itu, stasiun-stasiun televisi swasta masih banyak menayangkan serial dan film Barat yang beragam; beda dengan masa sekarang. Berikut 5 serial TV favorit tahun '90-an sampai 2000-an yang merupakan pilihan pribadi saya sendiri: 1. Friends Ini sih, the best of the best bagi saya. Dari masih rutin ditayangkan di televisi sampai akhirnya tamat di season 10, cerita-cerita dari hampir semua episodenya masih bisa dikategorikan relatable hingga zaman sekarang. Dan yang jelas, mau ditonton sampai berapa kali pun, unsur komedinya masih tetap bisa membuat tertawa lepas. Sangat menyegarkan. 2. Ally M

7 Fakta Tentang Diri Sendiri: Seberapa Kenal dengan Diri Sendiri?

INI sebenarnya penting-tidak penting untuk diketahui, tapi ternyata untuk mendaftarkan tujuh fakta tentang diri sendiri lumayan susah, ya. Hampir berusia 40 tahun, mendapatkan tema menulis seperti ini kok, jadi merasa sulit sendiri. Apa saya tidak betul-betul mengenal diri saya sendirikah? Tapi berhubung waktu ketika saya sedang menulis ini sudah hampir tengah malam, yang berarti hari baru berikutnya sudah ada 'tugas' menulis dengan tema yang baru lagi, mari kita coba kupas 7 fakta tentang diri saya sendiri: 1. Saya tidak suka dan tidak pandai mengobrol, termasuk mengobrol basa-basi. Yah, basa-basi sedikit sih, bisa lah (untuk dipaksakan). Tapi sekiranya bisa dihindari, akan saya pilih untuk hindari. Begitu pun dalam hal mengobrol biasa, terutama di tengah beberapa apalagi banyak orang, kalau memang tidak ada yang ingin atau perlu saya katakan, saya akan memilih diam saja. Atau kalau ada, saya akan membuat 'skenario' kata-kata yang MUNGKIN saja ingin saya u

Pencapaian Tertinggi dalam Hidup: Menjadi Diri Sendiri

Sumber foto:  Lukas Juhas via Unsplash JUDULNYA berasa judul buku self-healing atau buku tentang self-love , ya. Tapi inilah judul yang saya rasa paling cocok yang muncul di pikiran setelah hampir seharian saya brainstorming soal tema ngeblog hari ini. Pencapaian (duniawi) dalam hidup ya alhamdulillah ada lah, walau tidak terbilang banyak. Tapi, kok, ya tidak ada yang membuat saya berminat buat menceritakannya untuk tema seputar pencapaian tertinggi dalam hidup . Di usia yang secara perlahan insyaallah menuju 40 tahun, terutama dengan status sebagai seorang istri, ibu, dan ibu rumah tangga (yang nyambi jadi bakul kue), hidup hampir selalu terasa seperti melulu menjadi tiga 'sosok' tersebut. Kadang terasa perasaan rindu dipanggil dengan nama sendiri, just because . Kadang terasa ingin menekan tombol pause untuk menjauh sejenak dari 'ingar bingar' kehidupan berkeluarga. Ironis rasanya bagaimana kita meninggalkan masa lajang dengan semangat tinggi mengharap

Blog untuk Mewujudkan Mimpi

Sumber foto: Marci Angeles via Unsplash SEWAKTU membuat blog , punya harapan (besar) apa, sih? Kalau ditanya begitu, sebenarnya bikin bingung mesti jawab apa. Pengin punya banyak pembaca? Boleh banget. Pengin memberikan manfaat untuk pembaca? Itu sih, otomatis. Bahkan walaupun mungkin manfaatnya hanya secuil, semoga mengandung berkah. Pengin dapat uang dari blog? Wih, narablog mana yang nggak mau dapat uang dari blognya sendiri. Tapi, lebih dari itu semua, harapan besar saya untuk blog (ini) adalah ingin menjadikannya sebagai perwujudan dari mimpi saya. Jadi, seperti yang pernah saya singgung di postingan sebelumnya , dulu saya pernah bermimpi untuk memiliki dan menerbitkan majalah sendiri. Seiring berjalannya waktu dan jalan hidup, mimpi tersebut terasa tidak penting lagi untuk saya. Eh, tapi kok, setiap lagi blogwalking , selalu ada semacam perasaan 'rindu' atau apa lah itu yang sulit dijelaskan, bahkan pada diri sendiri. Kemudian, saya menyadari bahwa dengan m

Blogging, Buat Apa?

Sumber foto: Arnel Hasanovic via Unsplash KALAU zaman dulu (saat internet masih terbilang baru buat kita), sebagian besar orang membuat blog dan menulis di blog alias ngeblog ( blogging ) -- sepengalaman saya -- untuk alasan pribadi. Mulai dari mencurahkan isi hati alias menjadikan blog sebagai buku harian digital, membagikan pengalaman dalam melakukan sesuatu, sampai menulis puisi gubahan sendiri. Kalau zaman sekarang, saat kecepatan informasi via internet sudah sampai tahap bikin overwhelming , blogging sudah menjadi sarana untuk personal branding . Pokoknya dibuat lebih serius dan lebih profesional, deh. Bahkan meskipun itu 'sekadar' blog pribadi. Iya, nggak, sih? Di postingan sebelumnya , saya sudah menyinggung tentang bagaimana -- sebelum memiliki blog Sepiring Kue ini -- saya sudah pernah berkali-kali  on dan off   ngeblog dengan berbagai macam niche topik. Ada yang murni pribadi, ada yang untuk tujuan serius alias profesional dan komersial. Sewaktu mulai n

Blog Sepiring Kue, Sepiring Narasi Rasa

Sumber foto: Instagram @sepiringkue SEMENJAK pertama kali ngeblog di sekitar 2006-an, dan hingga kini sudah beberapa kali mengganti nama dan konsep blog (sudah berkali-kali saya mencoba berhenti saja menulis blog karena merasa tidak bisa konsisten menulis secara rutin, tapi ternyata pada akhirnya saya selalu kembali lagi ke media menulis ini), sebagian besar nama blog saya selalu terdiri dari dua kata dan dalam bahasa Inggris. Hampir semuanya, kecuali satu blog soal gaya hidup 'hijau', satu blog tentang persiapan pernikahan saya (yang ini lebih dari dua kata), dan blog ini sekarang, yang berbahasa Indonesia, termasuk isi postingannya. Masing-masing memiliki sejarah, filosofi, serta arti nama blog tersendiri. Ada yang penjabarannya bisa panjang-lebar, ada juga yang bisa dijelaskan secara singkat saking simpelnya. Kenapa blog ini namanya Sepiring Kue? Apa arti nama blog Sepiring Kue? Dan kenapa tidak semua postingannya bercerita tentang kue? Awalnya, sepe