Cara Membuat Pembersih Alami dari Kulit Jeruk


MESKIPUN sudah mengenal gaya hidup "hijau" semenjak tahun 2006 atau 2007-an, bukan berarti kini saya telah berhasil menerapkan segala sesuatu yang serba 'hijau' atau alami dalam keseharian saya. Pada kenyataannya, ada yang saya terapkan sebatas frekuensi sering, ada yang saya aplikasikan sesekali saja, ada yang tidak pernah saya niatkan untuk coba sama sekali, dan banyak pula yang hanya berakhir sebagai eksperimen semata.

Eksperimen yang akan saya ceritakan di postingan ini baru saya lakukan dua kali, namun sudah membuat saya merasa cukup puas -- dari segi proses maupun hasil, yaitu membuat pembersih alami dari kulit jeruk. Awalnya saya melihat cerita tentang pembersih alami tersebut banyak beredar di Istagram. Tapi setelah saya telusuri agak lebih lanjut, sebenarnya pembersih alami versi ini bukanlah hal baru. Sayanya saja yang terlambat tahu. Sampai saya akhirnya mau mencoba juga, itu lebih dikarenakan bahan dan pembuatannya yang relatif mudah dibandingkan pembersih alami lain. Tetap saja perlu keteguhan hati yang kuat untuk benar-benar memulainya.

Sesuai namanya, pembersih alami dari kulit jeruk ini berfungsi sebagai pembersih. Pembersih apa yang dimaksud? Saya pribadi sudah mencoba untuk membersihkan permukaan kompor dan meja kompor berbahan keramik yang ada di dapur saya menggunakan pembersih tersebut. Juga untuk membersihkan lantai keramik kamar mandi. Lalu untuk membersihkan kaca jendela. Kemudian untuk mengepel lantai keramik di rumah (walaupun cuma di satu ruangan). Terakhir, saya gunakan juga untuk membersihkan pintu lemari pendingin (kulkas).

Lagi, sesuai namanya, pembersih alami dari kulit jeruk ini dibuat menggunakan kulit jeruk sebagai bahan utamanya. Dari sejumlah referensi yang saya baca, jeruk jenis lemon merupakan pilihan favorit. Saya sendiri baru mencoba menggunakan kulit jeruk ponkam dan jeruk lokal. Dan dari dua jenis jeruk itu, pembersih alami berbahan kulit jeruk ponkam menghasilkan aroma yang jauh lebih segar. Cuma ya harga jeruknya tentunya lebih menguras keuangan keluarga.

---

Resep pembersih alami dari kulit jeruk

Bahan-bahan:
  • Kulit jeruk (terserah jeruk apa)
  • Cuka putih / cuka masak / cuka dapur
  • Wadah bertutup berbahan kaca yang sudah bersih
  • Botol penyemprot (spray bottle)
Cara membuat:
  1. Sobek-sobek kecil kulit jeruk. Dipotong-potong atau dicincang memakai pisau juga bisa. Masukkan ke dalam wadah bertutup berbahan kaca (misalnya wadah bekas selai atau botol bekas sirup), tapi jangan sampai terlalu penuh. Bila suka, bisa ditambahkan rempah-rempah lain (contohnya kayu manis) untuk menambah harum aromanya.
  2. Tuangkan cuka putih hingga kulit jeruk terendam. Tutup wadah.
  3. Simpan di tempat gelap selama dua pekan (empat belas hari). Agar tidak lupa, buat catatan pengingat (misalnya di kalender dinding) berupa tanggal pembuatan dan tanggal kapan cairan ini bisa 'dipanen.' Ada yang bilang agar beberapa hari sekali campuran tersebut dikocok-kocok sebentar (wadahnya yang diguncang-guncangkan), namun saya belum menemukan apa fungsinya (mungkin untuk memastikan seluruh kulit jeruk terendam rata?). Ada juga yang mengatakan disimpan lebih dari dua pekan juga tak masalah, malahan cairan yang dihasilkan akan lebih terfermentasi dan terkonsentrasi dengan baik. Tapi saya belum pernah mencoba merendam/menyimpan lebih dari dua pekan, jadi tidak bisa memberikan testimoni.


Penyelesaian/Penggunaan:
  • Setelah dua pekan berlalu, pindahkan cairan rendaman cuka dan kulit jeruk ke dalam botol penyemprot. Saya melakukannya dengan disaring terlebih dahulu menggunakaan kain lap dapur yang bersih dan menggunakan wadah lain berupa mangkuk.
  • Pindahkan cairan dari mangkuk ke dalam botol semprotan dengan bantuan corong plastik kecil. Untuk proses ini, saya meletakkan botol semprotan di atas timbangan digital agar nanti bisa tahu berapa banyak air bersih yang harus ditambahkan ke dalamnya.
  • Tuangkan air bersih dengan takaran 1:1 ke dalam botol penyemprot tadi. Kocok-kocok. Ada yang bilang air yang digunakan harus air matang. Di percobaan pertama saya menggunakan air hujan biasa, dan di percobaan kedua saya memakai air galon. Dari dua itu, saya tidak menemukan apa perbedaan yang dihasilkan. Mungkin air matang bisa mengurangi penambahan bakteri atau sejenisnya ke dalam cairan pembersih yang sudah jadi?
  • Cairan pembersih alami sudah siap untuk digunakan. Untuk membersihkan berbagai macam permukaan (misalnya meja kompor), cukup dengan menyemprotkan sedikit atau seperlunya, lalu dilap dengan kain. Untuk mengepel lantai, tuang cairan tadi ke dalam ember, encerkan lagi dengan sejumlah air secukupnya, kemudian pakai untuk mengepel seperti biasa. Untuk membersihkan lantai kamar mandi, siramkan cairan tadi secukupnya ke permukaan lantai, lalu sikat seperti biasa.
Catatan:
  • Cairan pembersih yang berbahan dasar cuka ini lebih berfungsi sebagai disinfektan atau pembasmi jamur dan sejenisnya. Untuk membersihkan kotor-kotor yang lebih berat, ada yang menggabungkannya dengan penambahan soda kue (baking soda). Kapan-kapan kita bahas di lain postingan, ya.
  • Setelah dua pekan, warna cairan akan berubah, tak lagi sebening cuka. Dari dua percobaan menggunakan dua jenis kulit jeruk berbeda, saya mendapatkan dua warna berbeda pula. Keduanya warnanya cenderung seperti teh agak kejingga-jinggaan.
  • Tergantung seberapa banyak kulit jeruk yang dipakai (dan tambahan rempah-rempah, bila ada), aroma dari cairan pembersih ini juga akan berbeda-beda. Saya lebih menyukai hasil percobaan pertama saya yang menggunakan kulit jeruk ponkam. Tapi pada dasarnya aroma cukanya pada akhirnya hanya akan samar-samar saja.
  • Ada yang bilang cairan ini tak bisa diaplikasikan untuk bahan marmer dan stainless steel. Sejauh ini saya hanya pernah mencoba mengaplikasikan ke bahan kompor gas standar, bahan keramik dan bahan pintu kulkas, dan tak ada masalah.
Selamat mencoba. Bila para pembaca menyukai atau merasa postingan ini bermanfaat, silakan dibagikan via media sosial apa pun dengan tetap menyertakan sumber lengkap dan/atau tautannya, ya.

Comments

  1. Mbak. Aku pun sudah coba pembersih alami dari kulit jeruk & cuka ini. So far, saya pakai untuk bersihkan dinding kamar mandi pun bisa.
    Tapi, Mbak.. Ku tak tahan baunyaaa.. Gimana ya biar gak asyem gitu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf baru dibalas, Mbak. Sepengalaman saya, kalau pakai kulit jeruk yang kulitnya warna oranye (jeruk ponkam atau jeruk sunkist), aromanya segar dan bisa ngalahin bau asem cukanya, Mbak. Apalagi kalau kulit jeruk yang dipakai dalam jumlah banyak. Sebagian orang juga ada yang nambahin herba segar (mis. rosemary -- tapi gak tau di mana dapetinnya, hehe).

      Selamat mencoba lagi, Mbak :)

      Delete

Post a Comment