Skip to main content

Resep Bola-bola Biskuit


Sebenarnya saya tidak tahu pasti apa nama "resmi" camilan manis seperti ini. Sama seperti saya tidak tahu siapa pencetus resep aslinya.

Sepengetahuan saya, kue bola-bola yang mencampur remahan halus biskuit dengan susu kental manis termasuk camilan umum yang banyak orang tahu dan bisa membuatnya tanpa perlu resep khusus.

Dan semua yang pernah membuat bola-bola biskuit -- terlepas dari kemudahan bahan dan cara membuatnya -- pasti setuju kalau proses pembuatannya yang panjaaang lumayan bikin KZL (baca: kesel, pakai "e"), apalagi di bagian bulat-bulatin adonannya. Hahaha! Bayangkan kalau adonannya BANYAK.

Mungkin ada yang memodifikasinya dengan menggunakan bahan-bahan berbeda. Misalnya, menggunakan remahan cake alih-alih menggunakan remahan biskuit, atau menggunakan keju lunak seperti cream cheese alih-alih susu kental manis.

Namun pada dasarnya kue ini ada di bawah prinsip yang sama: mencampurkan remahan dari kue yang sudah jadi (biskuit atau cake) dengan bahan "perekat" (susu kental manis atau keju lunak atau sejenisnya).

Entah kenapa umumnya dibentuk bulat-bulat seperti bola kecil (mungkin agar lebih mudah dimakan?), dan bagian luar si bola-bola selalu dipercantik dengan digulingkan dalam hiasan seperti meses atau cokelat bubuk atau lelehan cokelat atau remahan biskuit. The possibility is endless.

Zaman awal jualan kue pun dulu saya menyuguhkan menu ini, hanya saja dibuat dari remahan brownies panggang tanpa gluten (yang dibuat from scratch! -- hanya untuk dihancurkan setelahnya) yang dicampur dengan selai cokelat. Setelah menjadi bola-bola kecil, dicelupkan beberapa kali dalam cokelat cair. Inspirasinya sih, dari chocolate truffle yang dibuat dari ganache cokelat.

Atau mungkin camilan bola-bola biskuit ternyata terinspirasi dari chocolate truffle, ya? Ada yang tahu?

*

Resep Bola-bola Biskuit

Oleh: Diar Adhihafsari

Bahan-bahan:
  • 40 keping biskuit susu (ukuran standar biskuit marie), haluskan menggunakan chopper atau blender agar lebih mudah dan cepat (pakai biskuit manis apa pun bisa, atau cake yang dihancurkan)
  • 2 pouch susu kental manis (bisa yang cokelat atau yang putih, silakan sesuaikan dengan selera)
  • (secukupnya) susu kental manis (untuk tahap menghias)
  • 1 bungkus meses kualitas baik (optional, ya -- bisa diganti dengan remahan biskuit, misalnya, pokoknya sesuai selera -- tapi meses tetap pilihan klasik)
Cara membuat:

1. Dalam mangkuk besar, campurkan biskuit halus dengan 1 pouch susu kental manis terlebih dahulu. Aduk menggunakan tangan sampai membentuk adonan yang tidak lengket dan bisa dibentuk-bentuk. Bila adonan masih mawur atau hancur atau beremah atau kering, tambahkan lagi susu kental manis seperlunya. Jadi susu kental manisnya belum tentu akan habis dua pouch penuh, ya.

2. Bulat-bulatkan adonan. Yang sabar ya, di tahap ini. Apalagi kalau bulatannya kecil-kecil kayak kacang sukro :)

3. Siapkan gelas atau cangkir atau mangkuk kecil, masukkan susu kental manis sedikit saja dulu (sekitar 1-2 sendok makan -- nanti bisa ditambah lagi sedikit-sedikit). Setelah itu, siapkan mangkuk ukuran sedang, isi dengan meses.

4. Masukkan satu per satu bola-bola biskuit ke dalam gelas berisi susu kental manis, putar-putar gelas hingga bola-bola biskuit tersalut susu kental manis. Lalu, dengan bantuan sendok, pindahkan bola-bola biskuit ke dalam mangkuk berisi meses. Goyang-goyangkan mangkuk sampai meses menutupi bola-bola biskuit dengan rata. Angkat menggunakan sendok yang berbeda. Lakukan begitu seterusnya dengan bola-bola biskuit lainnya. Sekali lagi, yang sabar, ya.

5. Bola-bola biskuit bisa disimpan di dalam wadah tertutup dalam suhu ruang atau bisa juga dimasukkan ke dalam lemari pendingin. Tapi saya pribadi lebih suka menikmatinya dalam suhu ruang.

Catatan: Makan bola-bola biskuit ini terasa lengket saat digigit dan beberapa saat setelahnya masih ada yang menempel di gigi. Jadi, ya, nikmati saja pokoknya :)

Selamat mencoba. Kalau sudah mencoba, kasih kabar ke saya, ya :)

Comments

  1. keliatannya wennnaaak tenan tuch 😂

    ReplyDelete
  2. keliatannya wennnaaak tenan tuch 😂

    ReplyDelete
  3. keliatannya wennnaaak tenan tuch 😂

    ReplyDelete
  4. Memang betul, banget, banget, banget. Minimal makan lima lah, baru puas ��

    ReplyDelete

Post a Comment

BACA JUGA POSTINGAN TERPOPULER PEKAN INI:

Menikmati Nikmatnya Lemak di Kue Boterkoek (Plus Resep)

PERTAMA-TAMA, saya tidak menemukan referensi mengenai penulisan yang tepat untuk nama kue yang saya sebutkan di judul postingan ini. Hasil pencarian di Google sewaktu saya menuliskan "botterkoek" : "Mungkin maksud Anda adalah: boterkoek" muncul di bagian paling atas. Jadi mungkin penulisan yang tepat seperti demikian? Adakah pembaca yang mengetahui jawabannya? Pertemuan Pertama dengan Boterkoek Waktu awal mengetahui tentang resep boterkoek ini -- bertahun-tahun lalu -- saya tidak memiliki ketertarikan terhadap kue tersebut. Membaca sekilas resep-resep yang beredar, entah mengapa secara otomatis saya berpikir bahwa kue ini pasti kering dan bikin seret *sok tau* . Meskipun harus saya akui, ada beberapa foto yang menggambarkan boterkoek dengan cara yang membuat saya cukup tergiur. Saya baru benar-benar tertarik dengan si boterkoek ketika menghadiri majelis ilmu khusus muslimah di rumah seorang tetangga. Saat itu, sang tuan rumah menyuguhkan boterkoek untuk kami. Itu

Pengalaman Membuat Donat Panggang (yang Tidak Berbentuk Donat) (Plus Resep)

KADANG, dalam hidup, ada resep-resep yang sudah kita catat dengan lengkap, tapi belum tentu mendorong kita untuk langsung mempraktikkannya. Entah kenapa. Di sisi lain, ada pula resep-resep yang sekian lama sudah tersimpan dalam buku catatan resep kita (atau zaman sekarang di folder ponsel atau bahkan di cloud storage kita), dan akhirnya, setelah bertahun-tahun lamanya, 'tiba-tiba' saja membuat kita tergoda dan langsung beranjak membuatnya. Ini juga entah kenapa. Yang terakhir ini mengingatkan saya pada pengalaman ketika 'ujug-ujug' mata saya tertahan selama beberapa waktu di satu resep donat panggang . Bahan-bahannya terbaca, cara membuatnya terbaca, proses dan hasil akhirnya juga tervisualisasi di pikiran. Tapi, apa daya, begitu turun langsung ke dapur, hasil praktiknya kok, berbeda jauh, ya. Donat Panggang, Donat yang Tidak Digoreng Ya iyalah, sudah jelas di judul postingan ini bahwa yang saya buat adalah donat yang dipanggang . Setelah sempat terkejut dengan bentu

Cara Membuat Pembersih Alami dari Kulit Jeruk

MESKIPUN sudah mengenal gaya hidup "hijau" semenjak tahun 2006 atau 2007-an, bukan berarti kini saya telah berhasil menerapkan segala sesuatu yang serba 'hijau' atau alami dalam keseharian saya. Pada kenyataannya, ada yang saya terapkan sebatas frekuensi sering, ada yang saya aplikasikan sesekali saja, ada yang tidak pernah saya niatkan untuk coba sama sekali, dan banyak pula yang hanya berakhir sebagai eksperimen semata. Eksperimen yang akan saya ceritakan di postingan ini baru saya lakukan dua kali, namun sudah membuat saya merasa cukup puas -- dari segi proses maupun hasil, yaitu membuat pembersih alami dari kulit jeruk. Awalnya saya melihat cerita tentang pembersih alami tersebut banyak beredar di Istagram. Tapi setelah saya telusuri agak lebih lanjut, sebenarnya pembersih alami versi ini bukanlah hal baru. Sayanya saja yang terlambat tahu. Sampai saya akhirnya mau mencoba juga, itu lebih dikarenakan bahan dan pembuatannya yang relatif mudah dibandingkan pe