Skip to main content

Resep Puding Susu Cokelat (Dua Bahan Saja!)

resep puding susu

Selamat datang di blog Sepiring Kue "bab baru." Jadi ceritanya setelah blog ini sempat kena suspend, sekarang saya kembali, tapi kali ini menggunakan platform Blogger/Blogspot.

Postingan-postingan lama saya yang sebelumnya menggunakan open-source Wordpress tidak sempat diselamatkan untuk dipindahkan ke sini. Walaupun saya menyimpan data teks dan fotonya di Word, tapi lumayan repot juga memindahkannya satu per satu secara manual. *malas*

Jadi ya sudahlah, menulis dari awal lagi saja. Hitung-hitung penyegaran. Dan bicara soal yang segar-segar, saya ingin memberikan penganan selamat datang bagi para pembaca blog ini berupa puding susu cokelat yang, bila dinikmati dingin, rasanya sungguh segar.
Baca juga resep puding jenis lainnya: Resep Puding Roti Keju Panggang Simpel
Dalam buku 47 Resep Puding Kreatif (Plus 8 Pilihan Saus) terbitan Sedap (Cet. 2, 2012), disebutkan bahwa orang Indonesia umumnya membuat puding dari agar-agar atau jeli atau campuran keduanya.
"Karena itulah puding kita kekar bentuknya, berbeda dengan puding gaya Eropa atau Amerika." (hal. 10)
Masih dari sumber referensi yang sama, puding, berdasarkan bahan utamanya, setidaknya ada enam jenis. Salah satunya tentunya puding susu (lima lainnya: puding santan, puding busa, puding buah, puding cokelat, dan puding aromatik).

Karakteristik utama puding susu adalah tekstur yang lebih lembut dibandingkan puding yang hanya terdiri dari campuran agar-agar atau jeli dan air.

Biasanya saya kurang menyukai kudapan semacam puding yang berbasis agar-agar, apalagi jenis puding susu. Rasanya lebih baik minum susu (UHT) langsung saja.

Kalau sedang kepengin, pernah juga sih, beberapa kali membuat secetak agar-agar atau jeli dari kemasan instan. Biasanya yang rasa buah standar begitulah (kalau bukan jeruk, ya stroberi). Dan biasanya anak-anak saya yang lebih banyak makannya.

Di bulan puasa lalu, puding susu cokelat ini saya buat pertama kali semata agar ada stok camilan di rumah untuk anak-anak saya dan agar tidak melulu beli camilan di luar. Pun resepnya amat sangat mudah, dengan dua bahan saja.

Eh, setelah mencicipi, ternyata enak juga. Persis seperti minum susu cokelat, hanya saja dalam bentuk puding yang dingin dan lembut. Dan karena tanpa tambahan gula lagi, rasa manisnya tipis, namun tak menjadi suatu kekurangan.

Di resep aslinya, puding susu cokelat ini sebenarnya disertai saus atau vla. Tapi cukuplah dengan kesederhanaan dan kemudahan membuat puding ini tanpa perlu ditambah kerepotan membuat vla lagi, ya. Hehehe.

resep puding susu

Resep Puding Susu Cokelat Dua Bahan

Sumber resep: Facebook/Eny Rere

Bahan-bahan:
  • 1 bungkus bubuk agar-agar (bisa yang rasa cokelat, bisa juga yang plain atau tanpa rasa)
  • 1 liter susu cair UHT rasa cokelat

Cara membuat:
  1. Masukkan bubuk agar-agar ke dalam panci, kemudian tuangkan susu perlahan dan sedikit demi sedikit, panaskan di atas api sedang.
  2. Aduk-aduk terus campuran tersebut menggunakan pengocok manual sampai mendidih. Matikan api.
  3. Diamkan sejenak hingga uap panasnya berkurang. Tuang adonan puding ke dalam loyang (bisa sambil disaring menggunakan saringan halus untuk memastikan tidak ada gumpalan dari campuran bubuk agar-agar dan susu) . Biarkan sampai suhu ruang, lalu dinginkan di dalam lemari pendingin (kulkas). Setelah dingin, siap disajikan dan dinikmati.
Puding susu seperti apa yang menjadi favorit para pembaca sekalian? Yang sederhana dengan rasa susu saja? Atau yang dilengkapi sari buah dan potongan buah segar?

Bagi yang sudah mencoba resep puding susu cokelat  ini juga,  silakan bagikan pengalaman Anda (bisa juga berupa tautan/link ke postingan terkait) di kolom komentar di bawah, ya.

Baca juga resep-resep mudah lainnya:

Comments

BACA JUGA POSTINGAN TERPOPULER PEKAN INI:

Cara Membuat Pembersih Alami dari Kulit Jeruk

MESKIPUN sudah mengenal gaya hidup "hijau" semenjak tahun 2006 atau 2007-an, bukan berarti kini saya telah berhasil menerapkan segala sesuatu yang serba 'hijau' atau alami dalam keseharian saya. Pada kenyataannya, ada yang saya terapkan sebatas frekuensi sering, ada yang saya aplikasikan sesekali saja, ada yang tidak pernah saya niatkan untuk coba sama sekali, dan banyak pula yang hanya berakhir sebagai eksperimen semata. Eksperimen yang akan saya ceritakan di postingan ini baru saya lakukan dua kali, namun sudah membuat saya merasa cukup puas -- dari segi proses maupun hasil, yaitu membuat pembersih alami dari kulit jeruk. Awalnya saya melihat cerita tentang pembersih alami tersebut banyak beredar di Istagram. Tapi setelah saya telusuri agak lebih lanjut, sebenarnya pembersih alami versi ini bukanlah hal baru. Sayanya saja yang terlambat tahu. Sampai saya akhirnya mau mencoba juga, itu lebih dikarenakan bahan dan pembuatannya yang relatif mudah dibandingkan pe

Pengalaman Pertama Membuat Roti Artisan

Sekian banyak tahun dengan pola pikir bahwa membuat roti panggang itu susah, apalagi kalau hanya bermodalkan oven tangkring, saya akhirnya mendapatkan motivasi untuk pertama kali mencoba membuat roti di awal tahun 2020 ini. Semua berkat postingan dan tantangan dari blog Sally's Baking Addiction untuk membuat roti artisan . Roti artisan biasanya didefinisikan sebagai roti khas rumahan yang dibuat manual dengan tangan dan dengan menggunakan ragi alami, ditambah melalui proses fermentasi yang panjang. Roti ini, secara kualitas, cenderung lebih fresh  dan karenanya tidak setahan lama roti biasa. Dari segi penampilan, roti artisan tidak semulus roti pada umumnya. Dia cenderung bertekstur kering dan berkerak di bagian luar, namun lembut sekaligus kenyal dengan pori-pori besar di bagian dalam. Di Barat sana, roti artisan lazim dipanggang menggunakan dutch oven -- sebuah panci tebal bertutup yang difungsikan untuk  slow cooking . Untuk mendapatkan tekstur kering

Belajar Menulis dari Prof. Jayakaran

Tentang Berpartisipasi di NaNoWriMo 2020 Seperti yang pernah saya sebutkan beberapa kali di Instagram (di postingan ini , ini , dan ini ), bulan November tahun 2020 ini menjadi kali kedua saya berpartisipasi di ajang menulis tahunan internasional, NaNoWriMo . Sebelumnya saya sudah pernah menuliskan apa itu NaNowriMo dan seperti apa pengalaman pertama saya mengikutinya . Kalau selama sebulan penuh di November 2019 lalu saya hanya bisa menulis sebanyak 11.007 kata, alhamdulillah saat sedang menuliskan postingan ini -- yang artinya masih di pertengahan November -- saya sudah mencapai 30.000+ kata. *terharu* Sebelum November tiba, saya sudah membuat daftar hadiah untuk diri sendiri setiap berhasil menulis 10.000 kata. Yah, biar semangat sedikit lah. Setelah mencapai 10.000 kata pertama, saya menghadiahi diri sendiri dengan sebuah pulpen baru ( cerita singkatnya bisa dibaca di sini ). Setelah mencapai 10.000 kedua (20.000 kata), saya memberi hadiah untuk diri saya sendiri berup