Skip to main content

Resep Puding Roti Keju Panggang Simpel


Olahan roti berupa puding -- baik kukus maupun panggang -- selalu menjadi favorit saya. Apalagi bila dikolaborasikan bersama keju cheddar. Entah cairan rendaman rotinya berupa santan atau susu, hmm... kolaborasi yang sungguh apik dan ideal.

Puding roti sederhana seperti ini sudah berkali-kali saya buat sedari awal menikah. Sejak hanya punya panci kukusan jadul (atau memanfaatkan rice cooker) sampai akhirnya punya panci kukusan yang lebih layak. Sejak belum punya oven sampai akhirnya punya oven tangkring. Sejak hanya menggunakan wadah bekas es krim sampai akhirnya punya loyang betulan.

Kali ini saya mencoba resep puding roti panggang dari Mbak Citra Dewi atau yang biasa dikenal sebagai Ummu Fatima di dunia food blogging. Bahan serta resepnya termasuk mudah, dan saya sudah mencobanya dua kali.


Resep ini saya modifikasi beberapa elemennya, yaitu penggunaan meses saya ganti dengan keju cheddar parut. Saya juga memutuskan untuk tidak menambahkan gula pasir sama sekali, walaupun di resep aslinya ada.

Pada percobaan pertama, saya menggunakan keju cheddar secukupnya saja. Ternyata hasil pudingnya kurang nendang. Mungkin karena pengaruh rasa susu cair yang tawar dan ketiadaan gula pasir, sehingga bahkan rasa kejunya tidak bisa membantu.

Untuk percobaan kedua saya berusaha tidak tanggung-tanggung dengan memakai satu balok keju cheddar (sekitar 180 gram). Ditaburkan di tengah-tengah dan di permukaan pudingnya, keju tersebut sungguh membuat rasa si puding luar biasa meski tetap tanpa tambahan gula pasir. Saya sangat merekomendasikan resep puding roti ini untuk sarapan atau sekadar camilan. Satu kata (tapi akan saya ulang tiga kali) untuk para pembaca tentang resep ini: coba, coba, coba.

---


Resep Puding Roti Keju Panggang Simpel

Resep diadaptasi dari: Puding Roti Tabur Meses oleh Citra Dewi (Ummu Fatima)

(Resep di bawah sudah ditulis ulang sesuai dengan adaptasi yang saya lakukan -- untuk resep asli, klik tautan di atas)

Bahan-bahan:
  • 150 gr roti tawar, potong-potong atau sobek-sobek
  • 1 balok standar keju cheddar
  • 2 btr telur
  • 250 ml susu cair (saya menggunakan susu bubuk khusus untuk membuat kue yang dicampur dengan air)
Cara membuat:
  1. Panaskan oven (di resep asli 180° Celcius -- sesuaikan dengan oven masing-masing).
  2. Siapkan loyang aluminium foil (atau loyang aluminium biasa atau pinggan tahan panas), tata potongan roti tawar di bagian dasar loyang. Parut sebagian keju cheddar di atasnya. Lapisi lagi dengan potongan roti tawar.
  3. Sisihkan sisa keju cheddar untuk taburan terakhir.
  4. Dalam sebuah wadah, aduk telur menggunakan pengocok telur manual (whisk).
  5. Sambil tetap mengaduk, masukkan susu cair sedikit demi sedikit, lalu saring.
  6. Secara merata, tuang campuran telur-susu ke dalam loyang yang sudah berisi lapisan roti-keju. Tekan-tekan roti menggunakan sendok atau garpu sampai seluruh roti terendam.
  7. Parut sisa keju cheddar di permukaan roti.
  8. Masukkan loyang ke dalam oven, panggang hingga matang (di resep asli selama 40 menit -- sesuaikan dengan oven masing-masing).
  9. Angkat, biarkan hingga suhu ruang (atau hingga terasa hangat). Nikmat disajikan hangat, suhu ruang, maupun dingin.
Selamat mencoba!

Comments

  1. Waahhh bikinnya gampang, aku jadi pengen coba juga Mba Diar 🍎 Aku kabari yaa kalau udah cobain resep ini. Btw, hasil jepretanmu ciamik Mba!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya ampun, lama gak buka blog, baru kebaca komennya sekarang. Hapunten, Mbak :) Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa buat nyobain resep ini, ya.

      Delete

Post a Comment

BACA JUGA POSTINGAN TERPOPULER PEKAN INI:

Menengok Peninggalan Peranti Keramik di Museum Kalimantan Barat Pontianak

Beberapa kali mengunjungi Museum Kalimantan Barat, hampir tidak ada perubahan signifikan. Bahkan saat ke sana dengan sudah membawa tiga orang anak, semuanya masih terlihat dan terasa sama seperti ketika beberapa tahun sebelumnya saya masih membawa satu orang anak saja.Ya sudah, mari langsung melihat sebagian peninggalan perabot dapur berbahan keramik yang berada di Museum Kalimantan Barat (soalnya hanya koleksi itu saja yang paling menarik minat saya). Anggap saja sebagai virtual tour kecil-kecilan. Sebagai catatan: kunjungan yang saya lakukan di dalam postingan ini terjadi saat anak saya masih dua, ya (ini postingan ulang setelah sebelumnya blog saya sempat kena suspend). Kebanyakan koleksi keramik yang dipamerkan di area dekat pintu keluar Museum Kalimantan Barat ini berupa peralatan makan, seperti piring, mangkuk, sendok, teko air, dan rantang. Ada pula sejumlah perabot dapur keramik yang ukurannya agak besar, misalnya kendi dan tempayan.Dilihat dari beberapa keterangan yang tertera…

Pengalaman Pertama Membuat Roti Artisan

Sekian banyak tahun dengan pola pikir bahwa membuat roti panggang itu susah, apalagi kalau hanya bermodalkan oven tangkring, saya akhirnya mendapatkan motivasi untuk pertama kali mencoba membuat roti di awal tahun 2020 ini. Semua berkat postingan dan tantangan dari blog Sally's Baking Addiction untuk membuat roti artisan.

Roti artisan biasanya didefinisikan sebagai roti khas rumahan yang dibuat manual dengan tangan dan dengan menggunakan ragi alami, ditambah melalui proses fermentasi yang panjang. Roti ini, secara kualitas, cenderung lebih fresh dan karenanya tidak setahan lama roti biasa.
Dari segi penampilan, roti artisan tidak semulus roti pada umumnya. Dia cenderung bertekstur kering dan berkerak di bagian luar, namun lembut sekaligus kenyal dengan pori-pori besar di bagian dalam.
Di Barat sana, roti artisan lazim dipanggang menggunakan dutch oven -- sebuah panci tebal bertutup yang difungsikan untuk slow cooking. Untuk mendapatkan tekstur kering dan crusty di permukaannya, ro…

Cara Membuat Pembersih Alami dari Kulit Jeruk

MESKIPUN sudah mengenal gaya hidup "hijau" semenjak tahun 2006 atau 2007-an, bukan berarti kini saya telah berhasil menerapkan segala sesuatu yang serba 'hijau' atau alami dalam keseharian saya. Pada kenyataannya, ada yang saya terapkan sebatas frekuensi sering, ada yang saya aplikasikan sesekali saja, ada yang tidak pernah saya niatkan untuk coba sama sekali, dan banyak pula yang hanya berakhir sebagai eksperimen semata.

Eksperimen yang akan saya ceritakan di postingan ini baru saya lakukan dua kali, namun sudah membuat saya merasa cukup puas -- dari segi proses maupun hasil, yaitu membuat pembersih alami dari kulit jeruk. Awalnya saya melihat cerita tentang pembersih alami tersebut banyak beredar di Istagram. Tapi setelah saya telusuri agak lebih lanjut, sebenarnya pembersih alami versi ini bukanlah hal baru. Sayanya saja yang terlambat tahu. Sampai saya akhirnya mau mencoba juga, itu lebih dikarenakan bahan dan pembuatannya yang relatif mudah dibandingkan pembers…