Berlangganan Blog Favorit Menggunakan Feedly

Sering sekali disebutkan sebuah ungkapan bijak, "Don't look back. You're not going that way." Namun terkadang saya INGIN kembali melihat ke belakang, khususnya ke satu bagian masa muda saya. Masa saat saya mengisi waktu dengan berbagai kesibukan menulis, hingga bahkan yang namanya laki-laki tak terpikirkan oleh saya. #inipenting

Di masa itu, internet belum terlalu terasa overwhelming. Orang-orang menulis blog semata ingin menulis, juga mengungkapkan perasaan. Dan membaca blog orang lain serta meninggalkan komentar dilakukan karena memang ingin membacanya, ditambah untuk menjalin pertemanan. Internet kala itu terlihat menakjubkan sekaligus sederhana.

Supaya bisa mengetahui kapan kawan-kawan blogger saya membuat postingan baru, dulu saya berlangganan melalui RSS/Atom feed blog mereka. Postingan-postingan terbaru yang muncul kemudian bisa dibaca dengan mudah menggunakan program agregator Google Reader.

Dengan demikian, tidak perlu mengunjungi blog kawan-kawan saya satu persatu secara manual untuk memeriksa apakah ada postingan baru. Semuanya bisa dicek dan dibaca hanya dengan membuka satu Google Reader. Sampai akhirnya Google Reader ditutup pada 2013. Aktivitas menulis/membaca blog pun semakin berkurang; beragam media sosial muncul; dan kecepatan perputaran informasi terasa makin dahsyat.


Sekarang, setelah bertahun-tahun berlalu sejak masa kejayaan blog, saya ingin mengembalikan aktivitas slow blog-reading tersebut. Maka, atas rekomendasi seorang narablog, saya mencoba aplikasi Feedly.

Mirip seperti Google Reader, Feedly memiliki tampilan yang rapi dan terbilang user-friendly. Tapi kalau dulu kita harus mengkopi alamat RSS/Atom feed blog/website bersangkutan untuk bisa dimasukkan ke program agregatornya, maka dengan Feedly cukup memasukkan judul blognya saja. Atau kalau kita belum tahu pasti mau berlangganan blog/website apa, kita bisa masukkan saja nama topik yang kita minati di kotak pencarian. Setelah itu kita bisa memilih blog/website mana yang pas dengan keinginan dan/atau kebutuhan kita, kemudian membaginya sesuai kategori yang kita mau agar lebih terorganisir lagi.


Melihat daftar blog yang saya masukkan ke Feedly, membuat saya merindukan daftar blog yang ada di Google Reader saya dulu. Banyak dari blog langganan saya dahulu yang kini sudah tidak ada lagi, sayangnya.

Bagaimanapun, saya tetap bahagia dengan aktivitas "old-school" ini (sebagian orang mungkin menganggap berlangganan membaca blog sebagai "oh so yesteryear"). Sebagian terasa seperti kembali ke masa "slow times of the internet" dan sebagian lainnya terasa seperti memulai sesuatu yang baru.

Para pembaca ada yang masih rutin membaca dan berlangganan blog? Ada yang menggunakan Feedly juga?

Comments